Khamzat Chimaev hampir meremukkan rahang Robert Whittaker di UFC 308. (Instagram @espnmma)
JawaPos.com — Khamzat Chimaev kembali menunjukkan hype yang menyelimutinya bukanlah omong kosong. Dalam pertarungan panas di UFC 308, Chimaev tampil luar biasa dengan menghancurkan mantan juara kelas middleweight, Robert Whittaker, di Etihad Arena, Abu Dhabi.
Chimaev, yang mengantongi rekor tak terkalahkan 14-0, membuat Whittaker terkapar tanpa ampun di ronde pertama. Dengan kuncian kuat yang membuat rahang Whittaker hampir patah, Chimaev memaksa sang lawan menyerah pada menit 3:34.
Pertarungan ini jadi bukti petarung asal Chechnya itu bukan hanya berbicara besar, tetapi benar-benar memiliki kemampuan untuk menghancurkan lawannya.
Sejak 15 detik pertama, Chimaev langsung membuktikan dominasinya dengan menaklukkan Whittaker dan membuatnya tak berkutik di atas kanvas.
Whittaker, yang tak berhasil melancarkan serangan berarti, hanya mampu bertahan dan mencoba bangkit dari tekanan. Meskipun berhasil melakukan scrambling untuk menghindari posisi bahaya, Whittaker tak pernah benar-benar berhasil berdiri kembali.
Dengan mengontrol posisi di punggung Whittaker selama perlawanan di bawah, Chimaev akhirnya memanfaatkan kesempatan untuk mengunci rahang lawannya.
Pada awalnya terlihat seperti percobaan rear-naked choke, namun kuncian itu berubah menjadi neck crank yang membuat Whittaker langsung melakukan tap out.
Setelah pertandingan, Chimaev mengatakan dia merasakan ketegangan luar biasa pada rahang Whittaker. Dia yakin ada sesuatu yang salah dengan rahang lawannya, menunjukkan betapa brutal tekanan yang diberikan dalam kunciannya tersebut.
Dalam sesi wawancara pasca-pertarungan, Chimaev juga langsung menyampaikan keinginannya untuk merebut gelar di divisi kelas middleweight. "Saya ingin sabuk juara! Semua juara lari dari saya, tapi saya tidak akan berhenti,” ungkap Chimaev dengan tegas.
Chimaev, yang mengalami beberapa kendala dalam perjalanan kariernya karena cedera dan masalah kesehatan, kini kembali bangkit dan menatap gelar juara.
Peringkat 13 di kelas middleweight UFC itu, yang tampil dengan intensitas tinggi, sukses memperlihatkan dirinya layak dipertimbangkan sebagai penantang gelar.
Sementara itu, Whittaker yang merupakan petarung veteran dan mantan juara, tak mampu menemukan ritme serangannya dalam laga ini. Pria asal Australia tersebut tampak tertekan sepanjang ronde pertama dan kehilangan kesempatan untuk mengendalikan situasi.
Chimaev, meski terlihat begitu tenang, mampu mencengkeram Whittaker tanpa ampun dan mempertahankan posisinya di belakang punggung lawan. Tekniknya yang rapi dan kontrol posisi yang ketat membuat Whittaker kehabisan opsi hingga akhirnya terpaksa menyerah.
Usai pertandingan, Chimaev kembali menegaskan dirinya siap merebut sabuk juara dan mempertanyakan mengapa dirinya masih belum diberikan kesempatan tersebut. Bahkan, dalam candaannya kepada Presiden UFC, Dana White, Chimaev menuntut agar dirinya diberi kesempatan untuk menjadi juara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
