
Jon Jones harus terkapar pasca pertandingan meski diputuskan sebagai pemenang dengan kemenangan angka yang tipis. (jp.ufc.com)
JawaPos.com — Tepat 11 tahun yang lalu, dunia UFC menyaksikan pertarungan yang mengguncang jagat mixed martial arts (MMA). Bukan hanya tentang kemenangan, tapi soal bagaimana seorang juara tak terkalahkan seperti Jon Jones dibuat babak belur dalam pertarungan terberat sepanjang kariernya.
Pertarungan ini berlangsung di UFC 165 pada 21 September 2013, dan menjadi momen bersejarah yang tak hanya diingat oleh para penggemar, tetapi juga oleh Khabib Nurmagomedov, yang saat itu menjadi saksi mata.
Kala itu Khabib Nurmagomedov yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-25 sehari sebelumnya, berlaga di arena yang sama. The Eagle, yang pada saat itu belum merasakan kekalahan di UFC, tampil menghadapi Pat Healy dalam pertarungan yang merupakan bagian dari main card.
Khabib berhasil memenangkan pertandingan dengan angka mutlak 30-27, 30-27, 30-27, menegaskan dominasinya di kelas ringan. Namun, kemenangan ini hanyalah pembuka dari malam yang diwarnai oleh pertempuran epik di puncak acara, yaitu Jon Jones vs Alexander Gustafsson.
Jon Jones, juara bertahan kelas berat ringan, saat itu sedang berusaha mempertahankan gelarnya untuk kali keenam. Dengan catatan impresif 19-1, di mana satu-satunya kekalahan datang dari hasil diskualifikasi, Jones dianggap tak tersentuh. Tapi, malam itu, segalanya berubah. Gustafsson, petarung asal Swedia dengan bekal 6 kemenangan beruntun, datang dengan niat besar untuk menggulingkan sang penguasa.
Sejak ronde pertama, Gustafsson sudah menunjukkan bahwa dirinya bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Di ronde pembuka itu, Jones langsung dibuat terluka. Sebuah pukulan dari Gustafsson menyebabkan robekan di wajah Jones, menandai awal dari pertempuran berdarah selama lima ronde penuh. Tak disangka, Jones yang biasa mendominasi lawan-lawannya, kali ini harus bertarung habis-habisan demi mempertahankan sabuk juaranya.
Pertarungan tersebut berjalan begitu brutal. Dalam lima ronde yang berlangsung sengit, Gustafsson berhasil mendaratkan 110 serangan signifikan ke tubuh Jones, sebuah rekor baru dalam karier sang juara.
Selama ini, tak ada petarung yang mampu menghujani Jones dengan pukulan sebanyak itu. Pertarungan ini bahkan menjadi momen di mana banyak orang mulai meragukan apakah Jones bisa bertahan sebagai juara.
Di sisi lain, Gustafsson tampil begitu gemilang. Dia terus menekan, memberikan tekanan yang luar biasa kepada Jones dengan kombinasi pukulan dan tendangan yang membuat sang juara terhuyung-huyung. Meskipun begitu, Jon Jones tetap bertahan.
Di tengah rasa sakit yang luar biasa, Jones tak pernah menyerah. Dia terus memberikan perlawanan dengan semangat seorang juara sejati, meski tubuhnya sudah babak belur.
Momen ini membuat para penonton di Toronto, Kanada, dan seluruh dunia terdiam. Khabib Nurmagomedov, yang menyaksikan langsung dari pinggir arena, pun tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya melihat pertarungan yang begitu intens.
Jon Jones, yang selama ini dianggap tak bisa dikalahkan, nyaris runtuh di depan mata banyak orang. Namun, dengan tekad yang luar biasa, Jones berhasil bertahan hingga akhir ronde kelima.
Ketika bel terakhir berbunyi, kedua petarung sudah dalam kondisi hancur. Jon Jones dan Alexander Gustafsson sama-sama berdarah dan kelelahan. Meski demikian, keputusan akhir tetap harus dibuat. Para juri akhirnya memberikan kemenangan kepada Jon Jones dengan angka mutlak, meskipun skor sangat tipis: 48-47, 48-47, 49-46.
Bagi banyak orang, hasil ini mungkin terasa kontroversial. Beberapa merasa bahwa Gustafsson layak mendapatkan kemenangan setelah pertarungan sengit itu. Namun, juri melihat Jones sebagai pemenang, dan sang juara pun tetap memegang sabuknya. Meskipun menang, Jon Jones mengakui bahwa ini adalah pertarungan terberat yang pernah dia jalani sepanjang kariernya.
Dalam wawancara setelah pertarungan, Jones dengan jujur mengungkapkan rasa hormatnya terhadap Gustafsson. "Saya sudah meminta pertarungan seperti ini dalam waktu yang lama," ujar Jonesdikutip dari Bleacherreport. "Akhirnya saya mendapatkan pertarungan keras yang saya inginkan. Dia adalah rival yang benar-benar tangguh, dan ini adalah pertarungan terberat yang pernah saya alami."

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
