
Gugun Gusman atlet MMA Indonesia yang sedang meniti karier menuju Octagon UFC. (Instagram/@oneprideimma)
JawaPos.com — Dunia Mixed Martial Arts (MMA) kembali menyorot dua jagoan dari Indonesia, Gugun Gusman dan Yudi Cahyadi, yang tengah menapaki jalan panjang dan berat untuk menjadi petarung Ultimate Fighting Championship (UFC).
UFC, sebagai organisasi MMA terbesar di dunia, tentu menjadi mimpi besar bagi setiap petarung MMA dari berbagai penjuru dunia. Gugun dan Yudi kini harus melalui serangkaian tahapan berat untuk mewujudkan mimpi tersebut, yang tak hanya akan membawa mereka ke puncak karier, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di kancah MMA internasional.
Keberhasilan Jeka Saragih, petarung Indonesia yang menorehkan sejarah sebagai fighter UFC lewat ajang Road to UFC musim pertama, menjadi inspirasi besar bagi petarung MMA Indonesia lainnya. Pada 2024, UFC kembali membuka peluang besar bagi petarung-petarung Asia melalui UFC Performance Institute (PI), sebuah program intensif di mana petarung yang terpilih akan berkesempatan mendapatkan beasiswa dan dilatih secara khusus. Di akhir perjalanan, petarung terbaik akan dipromosikan ke Road to UFC.
Lewat kerja sama antara One Pride MMA dan UFC, Gugun Gusman dan Yudi Cahyadi menjadi dua nama yang terpilih untuk mengikuti tryout di UFC Performance Institute yang berlokasi di Shanghai, Tiongkok. Namun, meski telah mendapatkan tiket emas untuk mengikuti tryout, jalan panjang dan penuh rintangan masih menunggu mereka.
Pada 18 hingga 21 Maret 2024, Gugun dan Yudi akan menjalani tryout tersebut, di mana performa mereka akan dinilai oleh pihak UFC. CEO One Pride MMA, Fransino Tirta, menjelaskan bahwa selama tryout, kedua petarung Indonesia itu akan dinilai berdasarkan kemampuan fisik serta keterampilan MMA yang mereka miliki. Tidak hanya sekadar adu fisik dan kekuatan, tetapi UFC juga akan melihat bagaimana potensi kedua fighter ini untuk berkembang lebih jauh.
"Pada 18 sampai 21 Maret nanti, Yudi dan Gugun akan mengikuti proses yang disebut sebagai UFC Performance Institute, di mana di situ para atlet yang terpilih akan melakukan try out,” ujar Fransino dikutip dari onepride.net.
Tantangan pertama yang harus mereka taklukkan adalah mendapatkan beasiswa untuk berlatih di UFC Performance Institute. Program beasiswa ini akan menjadi gerbang pertama bagi mereka untuk lebih dekat dengan impian besar menjadi fighter UFC.
Namun, mendapatkan beasiswa ini tidak serta merta memastikan mereka langsung dikontrak UFC. Selama masa beasiswa, kemampuan Gugun dan Yudi akan terus dipantau, hingga akhirnya dipromosikan untuk berkompetisi di Road to UFC.
"Di situ akan dinilai baik dari segi fisiknya, dari keterampilan MMA-nya," ungkap Fransino Tirta.
"Setelah itu apakah mereka layak untuk dapat beasiswa masuk UFC Performance Institute,” jelasnya.
Road to UFC sendiri merupakan tahapan krusial yang akan diikuti oleh Gugun dan Yudi jika mereka dinyatakan layak mengikuti program beasiswa UFC. Di ajang ini, para petarung akan diadu di atas Octagon melalui format turnamen.
Juara dari turnamen tersebut secara otomatis akan dikontrak oleh UFC. Namun, bukan berarti petarung yang tidak keluar sebagai juara tidak memiliki kesempatan. Pengalaman Jeka Saragih menjadi bukti nyata bahwa tampil spektakuler di dalam Octagon, meski hanya menjadi runner-up, bisa membuka jalan menuju UFC. Jeka, meski kalah di final Road to UFC melawan Anshul Jubli, tetap dilirik UFC karena penampilannya yang dinilai luar biasa.
Dengan pengalaman ini, peluang Gugun Gusman dan Yudi Cahyadi untuk bersinar di UFC tentu masih terbuka lebar, asalkan mereka mampu menunjukkan performa gemilang dan memukau di setiap kesempatan. Fransino Tirta menjelaskan bahwa tahapan demi tahapan yang harus dilalui oleh Gugun dan Yudi tidaklah mudah. Mereka akan terus dipantau dan dinilai, mulai dari tryout di UFC Performance Institute, masa beasiswa, hingga akhirnya di Road to UFC.
Kesempatan besar ini tentu tidak datang dengan mudah. Dibutuhkan kerja keras, disiplin, serta tekad baja untuk bertahan di antara para petarung tangguh dari seluruh dunia. Gugun dan Yudi harus mampu memanfaatkan setiap kesempatan dan menampilkan performa terbaik mereka.
Tahapan pertama yang akan dihadapi oleh Gugun dan Yudi adalah tryout yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 21 Maret 2024. Di sini, mereka akan diuji dalam hal fisik, teknik, serta mental bertarung. Penilaian yang dilakukan oleh pihak UFC akan menjadi faktor penentu apakah mereka layak melanjutkan perjuangan ke tahap berikutnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
