
Greysia Polii ketika menemani atlet bulu tangkis Indonesia di Olimpiade Paris 2024. (Instagram/@greyspolii)
JawaPos.com — Perjalanan seorang atlet tidak selalu diwarnai oleh kegemilangan medali dan sorotan panggung juara. Di balik keberhasilan yang sering terlihat, tersimpan kisah-kisah pilu yang kadang sulit dibayangkan oleh publik.
Salah satu kisah yang menyentuh hati ini datang dari Greysia Polii, pebulu tangkis andalan Indonesia yang pernah merasakan pahitnya diskualifikasi di Olimpiade London 2012.
Momen yang tak terlupakan ini kembali dikenang oleh Greysia melalui curahan hatinya di media sosial yang menggambarkan betapa berat beban yang harus dipikulnya saat itu.
Pada 8 Agustus 2024, Greysia Polii, yang kini sudah merasakan manisnya emas Olimpiade Tokyo 2020, membagikan pengalaman pahitnya di Olimpiade London 2012 melalui akun X pribadinya.
Dalam postingan tersebut, Greysia menceritakan bagaimana dirinya merasa menjadi korban dari keputusan yang harus diambil demi mempertahankan keberadaan bulu tangkis di Olimpiade.
"2012 setelah aku di diskualifikasi dari Olimpiade London. Bpk. Erick Thohir (CDM) & bpk. Alm Djoko Santoso (Ketum PBSI) menemuiku dan berkata ‘Greys, kalau kita melawan peraturan IOC sekarang, bulu tangkis akan terancam tidak akan di pertandingan di Olimpiade-Olimpiade berikutnya. Kalau sampai bulu tangkis di tiadakan, Indonesia mau berharap dari cabang olahraga mana lagi di Olimpiade?’ Mereka menyampaikan sambil meneteskan air mata," ungkap Greysia, mengenang momen berat tersebut.
Kalimat tersebut menjadi pukulan berat bagi Greysia. Sebagai seorang atlet yang telah berjuang sekuat tenaga untuk mengharumkan nama bangsa, mendengar bahwa harapannya untuk memperjuangkan haknya di Olimpiade harus dikorbankan demi mempertahankan bulu tangkis sebagai cabang olahraga Olimpiade adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Greysia menumpahkan rasa sakit hatinya dalam postingan itu, mengungkapkan betapa pedih perasaannya saat itu.
"Mendengar pertanyaan tersebut itu sangat membuatku sakit hati, menangis dan sedih banget… Dalam hati dengan perasaan yang masih tidak terima dan juga masih mikirin logika, aku bertanya ke diri sendiri, ‘Jadi, aku yang dikorbankan? Dan sebagai bangsa yang besar, masa hanya bulu tangkis yang mampu sumbang medali emas? Gak bisa… gak bisa… gak bisa kaya gini terus,’” tulis Greysia.
Ungkapan tersebut menunjukkan betapa dalam luka yang dirasakan Greysia. Sebagai seorang atlet yang telah memberikan segalanya untuk mencapai Olimpiade, harus menerima kenyataan bahwa dirinya harus mengalah demi kepentingan yang lebih besar adalah suatu beban yang sangat berat.
Namun, di balik kekecewaan tersebut, Greysia tidak tenggelam dalam keputusasaan. Justru, dari peristiwa itulah dia bertekad untuk bangkit dan membalas kekecewaannya dengan prestasi yang lebih besar di masa depan.
"Dari situ aku bertekad untuk bisa balas dengan prestasi diriku di bulu tangkis dan ikut berdoa, turut support agar cabang olahraga yang lain di Indonesia terus maju," ungkap Greysia dengan penuh tekad.
Dan pada akhirnya, tekad Greysia tidak sia-sia. Hanya beberapa tahun setelah kejadian pahit di London, Greysia bersama Apriyani Rahayu berhasil meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, sebuah pencapaian yang luar biasa dan sekaligus pembuktian bahwa Greysia telah berhasil membalikkan rasa sakit hatinya menjadi motivasi untuk meraih sukses.
Namun, momen yang paling mengharukan bagi Greysia datang pada 8 Agustus 2024, ketika Indonesia akhirnya berhasil meraih dua medali emas dari cabang olahraga yang berbeda, yaitu panjat tebing dan angkat besi. Kemenangan ini menjadi simbol bahwa olahraga Indonesia mulai beranjak dari ketergantungan pada satu cabang olahraga saja.
Greysia tidak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika melihat bagaimana prestasi olahraga Indonesia semakin maju dan beragam.
"HARI INI, 8.8.2024 AKHIRNYA INDONESIA DAPAT 2 MEDALI EMAS DARI CABANG PANJAT TEBING & ANGKAT BESI!!! Gimana aku gak nangis banjir melihat prestasi olahraga Indonesia yang semakin maju ini! #pujiTuhan Terimakasih para pemimpin Indonesia yang dari saat itu melayani pakai hati hingga saat ini," tulis Greysia dengan penuh haru.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
