Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Maret 2024 | 19.20 WIB

Indonesia Open Kembali ke Istora, Berikut Keinginan Ricky Soebagdja

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin berfoto dengan piala dan medali mereka usai mengalahkan ganda putra Denmark Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen pada pertandingan babak final turnamen Daihatsu Indonesia Master - Image

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin berfoto dengan piala dan medali mereka usai mengalahkan ganda putra Denmark Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen pada pertandingan babak final turnamen Daihatsu Indonesia Master

JawaPos.com – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Ricky Soebagdja, berharap Indonesia bisa memiliki stadion pertandingan yang dikhususkan untuk bulu tangkis.

“Jelas (ada harapan Indonesia miliki venue pertandingan bulu tangkis), harapan itu sudah lama,” kata Ricky, saat ditemui di Pelatnas PBSI, Rabu (27/3).

“Kenapa badminton yang sampai (berprestasi) Olimpiade ini (enggak ada venue sendiri), harusnya (pemerintah) bisa lebih peduli terhadap bulu tangkis dengan sarana-prasarananya, khususnya stadion. Seharusnya badminton bisa mendapatkan prioritas,” ujarnya menambahkan.

Adapun hal tersebut menyusul dibatalkannya Indonesia Arena sebagai venue pertandingan untuk turnamen BWF Super 1000 Indonesia Open 2024, karena pertimbangan sarana pendukung di dalamnya, yang dinilai tidak bisa menunjang kejuaraan dengan maksimal.

Dengan ini, maka Indonesia Open yang akan bergulir di bulan Juni, disebut akan kembali diadakan di Istora Senayan.

“Sebenarnya masalah (mengadakan kejuaraan) bulu tangkis (di Indonesia Arena) itu adalah lampu. Ada di tengah (riging) itu, tapi lain-lainnya, saya tidak tahu,” ungkap Ricky.

“Setahu saya itu tidak memungkinkan untuk badminton, tapi saya belum tahu ada hal lain kenapa tidak jadi di sana,” ujar peraih medali emas Olimpiade 1996 Atlanta itu menambahkan.

Hal tersebut pun sebenarnya dapat dimaklumi, karena pada dasarnya, Indonesia Arena merupakan stadion yang dikhususkan untuk olahraga bola basket. Sehingga, penyesuaian teknis maupun sarana dan prasarana memang ditujukan untuk olahraga tersebut, bukan bulu tangkis.

“Jadi, struktur stadion itu tidak dipersiapkan untuk memasang riging, berbeda. Itu kan riging-nya sampai enam ton, dan itu nanti bisa ambruk,” kata Kepala Humas dan Media PP PBSI Broto Happy Wondomisnowo.

“Memang konsep basket, dan ternyata memang betul bobot beratnya tidak kuat. Jadi kembali ke Istora,” imbuh Ricky.

Sementara itu, sebelumnya Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo siap mencarikan solusi batalnya Indonesia Open 2024 diselenggarakan di Indonesia Arena.

Menpora Dito siap mengkomunikasikan terkait dengan perubahan yang mungkin diperlukan untuk sistem pencahayaan di Indonesia Arena.

"Ya, saya sedang menunggu juga kira-kira membutuhkan infrastruktur apa yang kira-kira bisa nantinya untuk menyinari lapangan badminton-nya jika di Indonesia Arena. Dan, itu pasti akan kita coba modifikasi dan upgrade," ujar Menpora Dito.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore