
Potret Megawati Hangestri saat pertandingan Jung Kwan Jang Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan./Naver
Megawati Hangestri jadi pemain Asia paling produktif di V-League sekaligus berpeluang membawa timnya ke playoff. Setelah Vietnam, Thailand, dan Korsel, ke depan dia siap menjajal tantangan di negara lain.
RIZKA PERDANA PUTRA, Surabaya
---
SUASANA tegang menyelimuti Samsan World Gymnasium, Incheon. Jung Kwan Jang Red Sparks, tim yang dibela Megawati Hangestri, tertinggal 13-14 pada set kelima oleh tuan rumah –yang juga pemegang rekor gelar juara terbanyak Liga Voli Korea Selatan– Heungkuk Life Pink Spiders.
Salah satu langkah saja bisa membuat Red Sparks pulang ke Daejeon dengan tangan kosong.
Namun, di situasi kritis itu, Mega memperlihatkan ketangguhan mentalnya. Pevoli atlet asal Jember, Jawa Timur, tersebut mencetak empat dari lima poin Red Sparks selanjutnya. Terakhir, begitu Giovanna Milana memastikan kemenangan Red Sparks 18-15 pada set kelima, Mega pun tak kuasa menahan tangis. Dia langsung bersujud syukur dan mendapat pelukan dari rekan-rekan satu timnya.
Mega pada malam di akhir Oktober tahun lalu itu baru menjalani laga ketiganya di Korea Selatan (Korsel) bersama Red Sparks. Tapi, pemain binaan klub voli Bank Jatim tersebut mulai menunjukkan kapasitas sebagai tulang punggung tim. Dia mencetak total 31 poin, terpilih sebagai MVP (most valuable player/pemain terbaik), dan mengantarkan Red Sparks menang melawan klub yang dipimpin oleh salah satu pemain terbaik dunia dan berjuluk Ratu Voli Korsel Kim Yeon-koung.
Atas penampilan apiknya di enam laga awal, Mega pun akhirnya terpilih sebagai MVP putaran pertama V-League (Liga Voli Korsel). Capaian itu membuktikan bahwa Mega adalah sosok yang mampu beradaptasi dengan cepat. Meski berstatus pemain voli Indonesia pertama di Korsel dan bahkan atlet berhijab pertama yang berkarier di sana, Mega langsung bisa bersaing.
’’(Awalnya, Red) takut, diterima atau nggak ya di lingkungan muslim jadi minoritas, apalagi berhijab, awalnya diragukan juga. Tapi, pastinya Mega berusaha dan Mega benar-benar membuktikannya di pertandingan pertama,” kata Mega dalam sebuah wawancara dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia Seoul di akun YouTube @indonesianinseoul.
Adaptasi Mega yang begitu cepat bukan hanya dalam perkara teknik dan skill yang mumpuni. Di luar lapangan, pemain 24 tahun itu juga mudah akrab dengan siapa pun. Setidaknya, hal itu yang dilihat oleh pelatih Mega di voli Bank Jatim Labib.
’’Di luar lapangan etikanya dia baik. Dengan pemain senior bisa beradaptasi, bisa bergaul dengan orang yang lebih tua,” ungkap Labib ketika dihubungi Jawa Pos beberapa waktu lalu.
Dalam sebuah wawancara dengan ASEAN-Korea Centre, organisasi antar pemerintah yang fokus untuk meningkatkan kerja sama antara ASEAN dan Korea, Mega mengakui dirinya memang mudah bergaul. ’’Karena aku suka ngobrol orangnya, sangat santai, dari situ mungkin jadi terbiasa,” kata Mega dalam wawancara yang diunggah Senin (26/2) lalu.
Menurut Mega, apa yang dia lakukan di Korsel sama seperti yang dia lakukan ketika bermain di Vietnam dan Thailand.
Eko Waluyo, pelatih Mega ketika membela klub Proliga Jakarta Pertamina Fastron musim lalu, juga mengungkapkan hal yang hampir senada. ’’Menurut ilmu kepribadian, 70 persen keberhasilan kan dari diri sendiri. Sementara Mega disiplin bagus, attitude bagus, dia punya itu semua, jadi ya maksimal,” tuturnya.
Selain soal kepribadian, kunci permainan apik Mega juga ada di peran rekan satu timnya, terutama dari pemain berposisi setter. Sebab, sebagai opposite hitter, baik buruknya performa Mega juga bergantung dari penampilan setter dalam klub. Nah, di Red Sparks, Mega sering mendapat umpan-umpan matang dari setter utama Yeum Hye-seon.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
