
Petenis Rusia Daniil Medvedev merayakan kemenangan atas rekan senegaranya Andrey Rublev usai pertandingan penyisihan grup Tenis ATP Finals di Pala Alpitour, Turin, Italia, tahun lalu.
JawaPos.com - Petenis Prancis Terence Atmane memukul raketnya dan terpaksa mundur dari pertandingan sambil menangis karena mengalami kram serius pada saat dia mampu menekan unggulan ketiga Daniil Medvedev di Australian Open, Senin (15/1).
Petenis kualifikasi tersebut berjuang di tengah panas terik di Margaret Court Arena dan membuat Medvedev kewalahan dengan merebut set pertama, namun tidak mampu melanjutkannya ketika kedudukan 5-7, 6-2, 6-4, 1-0.
“Kondisinya sangat brutal. Semakin dia (Atmane) memainkan intensitas ini, semakin baik persiapannya," kata Medvedev, finalis Australian Open dua kali itu, seperti disiarkan AFP, Senin.
"Saya senang bisa lolos. Saya bermain buruk di awal set pertama, tapi saya senang bisa kembali mendapatkan momentum."
Medvedev melakukan break untuk kedudukan 2-1 pada set pembuka dan unggul 5-3, namun Atmane berhasil menyamakan skor menjadi 5-5 ketika Medvedev gagal melakukan pukulan.
Dengan kepercayaan dirinya yang semakin meningkat, Atmane pada debutnya di Grand Slam merebut set tersebut dan membuat petenis peringkat tiga dunia itu menggelengkan kepalanya tanda tak percaya.
Medvedev bangkit untuk melewati set kedua sebelum Atmane mulai mengalami kram parah.
Atmane kesulitan bergerak dan dia menghancurkan raketnya ketika kehilangan servis untuk tertinggal 1-2 pada set ketiga.
Namun, petenis berusia 22 tahun itu dengan gagah berani terus berjuang dalam kondisi kesakitan. Dia memadukan servis sebagai andalan, meski Medvedev mendapatkan peluang untuk merebut set ketiga.
Namun, setelah kalah pada gim pertama set keempat, dia terpaksa mundur, menangis tersedu-sedu saat pertandingannya harus berakhir.
Keberhasilan Medvedev membuatnya akan menghadapi petenis nonunggulan asal Finlandia Emil Ruusuvuori pada babak berikutnya. Dia akan berusaha menjadi ‘dewasa’ dan melakukan lebih sedikit ‘hal-hal bodoh’ di lapangan untuk menghilangkan reputasinya di Grand Slam.
Atlet Rusia itu dikenal dengan ledakan emosi di lapangan, termasuk saat mengalami kekalahan dari Novak Djokovic di final Melbourne 2021 dan Rafael Nadal setahun kemudian. Kekalahan itu sempat memicu kemerosotan performa Medvedev.
Namun, sejak itu dia bangkit kembali, memenangi 66 pertandingan musim lalu, lebih banyak dari petenis lain dalam tur.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
