
Bigetron Era menjuarai Piala Presiden Esport (PPE) 2023 kategori Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Women.
JAKARTA – Bigetron Era seolah tak puas untuk selalu menciptakan rekor. Kemarin (21/10) mereka memenangi Piala Presiden Esport (PPE) 2023 kategori Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Women. Kemenangan itu diraih setelah menaklukkan RRQ Mika dengan skor 3-1.
Itu menjadi sejarah lantaran MLBB adalah kategori baru yang dipertandingkan di PPE edisi kali ini. Player Bigetron Era Vivi Indrawaty menyatakan, kemenangan bisa diraih lantaran adanya motivasi besar.
’’Semakin menang terus, jadi ada rasa kalau kami kalah, lawan (bakal) bersorak ria. Jadi, seperti ada keinginan untuk mempertahankan,’’ ujarnya saat diwawancarai seusai pertandingan di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/10).
Sejauh ini sudah 24 gelar yang direbut Bigetron. ’’Terus mau masuk Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia). Jadi, visi-misi kami mau juara terus,’’ sebut perempuan yang akrab disapa Vivian itu.
Ketua Panitia Penyelenggara PPE 2023 Rangga Danu Prasetyo menyatakan, dengan panjangnya turnamen tersebut –mulai penyisihan hingga final– jam terbang atlet menjadi bertambah. Terutama di kategori baru MLBB Women.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan, dalam lima kali penyelenggaraan, PPE sudah menunjukkan progres positif. Salah satunya bisa menjadi juara umum di SEA Games 2023 Kamboja dengan meraih 3 emas dan 2 perak.
Sayangnya, di Asian Games belum bisa berbicara banyak lantaran tak ada satu pun medali yang diraih. ’’Ke depan tentu kami mengharapkan ekosistem e-sport semakin baik dan melahirkan atlet-atlet nasional, bahkan internasional,” lanjut Sandiaga Uno.
Kepala Staf Kesekjenan PB ESI Bem Mugono menuturkan, hasil di PPE itu menjadi salah satu tolok ukur untuk pemanggilan atlet jika nanti dilakukan seleksi nasional. ’’Untuk kejuaraan antarnegara, kami akan memilih atlet dari pemenang PPE ini. Jadi, PPE ini menjadi indikator. Kalau di tenis, PPE ini seperti grand slam-nya,’’ ujarnya.
Pihaknya juga sudah mengevaluasi kegagalan di Asian Games. Menurut dia, secara umum persaingan antarnegara Asia sangat ketat. Perbandingan skill tim juara dan terbawah tidak terlalu jauh. ’’Bahkan, ada di satu game Tiongkok dan Korea yang sama-sama kuat itu sudah bertemu di awal. Jadi, ada keberuntungan juga,’’ tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
