Jojo (kanan) dan Chico setelah laga final Indonesia Masters 2023. Keduanya menjadi tumpuan Tunggal putra di Kejuaraan Dunia.
JawaPos.com – Indonesia hanya menyertakan dua tunggal putra di event Kejuaraan Dunia Badminton (World Championship) 2023 yang berlangsung di Kopenhagen pada 21–27 Agustus. Yakni, Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo.
Anthony Sinisuka Ginting dipastikan absen lantaran masih dalam suasana duka pasca wafatnya sang ibunda.
Praktis, Chico dan Jojo –sapaan Jonatan– kini harus berbagi beban. Apalagi, Jojo sudah harus menghadapi lawan berat di laga awal. Juara Asian Games 2018 itu harus menghadapi jagoan Malaysia Lee Zii Jia. Chico lebih longgar dengan ”hanya” berhadapan dengan wakil Australia Nathan Tang.
Namun, andai sama-sama lolos, Chico kemungkinan berhadapan dengan andalan India Prannoy H.S. Secara head-to-head, Chico masih kalah oleh Prannoy dengan skor 1-2. Terakhir keduanya berhadapan di Badminton Asia Championships 2023 dengan rubber game (16-21, 21-5, 18-21).
jojoBaca Juga: Langsung Jumpa Lee Zii Jia, Jojo Tak Boleh Ubah Permainan
Pengamat bulu tangkis Luluk Hadiyanto menuturkan, Jojo dan Chico akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Sebab, pemain-pemain yang dihadapi di Kejuaraan Dunia ini merupakan yang terbaik. ”Dan semua pemain yang ada pastinya mau mengumpulkan banyak poin untuk lolos ke Olimpiade,” paparnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.
Saat ini, dalam ranking race to Olympic, Anthony Sinisuka Ginting sebetulnya menjadi pemain dengan ranking terbaik dari Indonesia. Yakni, posisi ketujuh dengan 41.121 poin. Disusul Jonatan Christie di posisi ke-13 (33.031 poin). Lalu, Chico Aura Dwi Wardoyo di peringkat ke-29 dengan 22.360 poin. Namun, karena tidak tampil, Ginting bakal kehilangan banyak poin.
Namun, Luluk sangat memahami keputusan mundur Ginting. Sebab, persiapan Ginting tak maksimal karena harus menemani ibunda ketika sakit hingga proses pemakaman dan lainnya yang menyita energi dan mental. ”Ginting juga kan pasti izin dengan tidak latihan dalam proses itu yang membuat persiapan kurang maksimal,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, di Kejuaraan Dunia, poin yang ada sangatlah besar. Sang pemenang akan mendapatkan poin 13.000, runner-up 11.000, semifinalis 9.200, 8 besar 7.200, 16 besar 5.200, 32 besar 3.200, dan 64 besar 1.300. Karena itu, Luluk berharap Jojo bisa lebih stabil. Sebab, di beberapa turnamen Jojo dianggap tidak stabil. ”Belum konsisten. Kadang-kadang bisa bagus, kadang-kadang kalah dengan pemain yang biasa-biasa saja,” sebutnya.
Kemudian, untuk Chico, dia diharapkan bisa membuat kejutan seperti saat menjuarai Malaysia Masters 2022 Super 500. Dan, belum lama ini Chico berhasil juara Taipei Open Super 300. ”Tapi, Malaysia Masters itu beda karena dia bisa mengalahkan banyak pemain top. Sedangkan di Taiwan banyak yang tidak tampil,” tuturnya.
Artinya, sambung Luluk, grafik Chico bisa sesekali mengejutkan dan setelahnya sulit kembali ke performa terbaik. ”Jadi, harapan saya paling tidak Chico bisa mengulangi suksesnya di Malaysia Master 2022,” harapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
