Jonathan Christie saat akan tampil di semifinal Japan Open, Sabtu (29/7).
JawaPos.com – Rintangan berat bakal dihadapi Jonatan Christie di laga pemungkas Japan Open. Hari ini (30/7) tunggal putra yang akrab disapa Jojo itu bakal menghadapi jagoan Denmark Viktor Axelsen.
Pada laga semifinal yang berlangsung di Yoyogi, Tokyo, Jepang, kemarin (29/7), Jojo berhasil menaklukkan wakil India Lakshya Sen dengan skor 2-1 (21-15, 13-21, 21-16). Sementara itu, Axelsen menaklukkan wakil tuan rumah Kodai Naraoka (21-11, 21-11).
Secara head-to-head, Jojo memang masih jauh di bawah Axelsen. Dari sembilan pertemuan, hanya dua kali juara Asian Games 2018 itu menaklukkan Axelsen.
Kemenangan terakhir yang diraih Jojo atas juara Olimpiade Tokyo itu juga sudah lama. Yakni, semifinal French Open 2019. Saat itu Jojo menang dengan rubber game (7-21, 22-20, 21-19).
Legenda badminton Indonesia Lius Pongoh memiliki keyakinan Jojo bisa mengalahkan Axelsen kali ini. Meskipun, hal itu tak akan mudah. Juara Indonesia Open edisi 1984 itu menilai Axelsen merupakan pemain paling stabil di tunggal putra saat ini.
”Seperti pesawat tempur. Kalau main sering ke semifinal atau final. Atau, kalau kurang (fit) biasanya memilih tidak main,” ucapnya.
Ya, sepanjang tahun ini saja, Axelsen sudah menapaki lima final dari tujuh turnamen perorangan yang diikuti. Di antaranya, berhasil menjuarai Malaysia Open (10–15 Januari), runner-up India Open (17–22 Januari), juara Indonesia Open (13–18 Juni), juara European Games (26 Juni–2 Juli), dan final di Japan Open ini.
Sementara itu, dua kali Axelsen gagal ke final lantaran dikalahkan Ng Tze Yong di babak 16 besar All England dan takluk di semifinal Swiss Open oleh Chou Tien Chen.
”Viktor unggul pengalaman. Tapi, bukan berarti tidak bisa dikalahkan. Sebenarnya Jonatan atau (Anthony Sinisuka) Ginting sama Chico (Aura Dwi Wardoyo) juga bisa,” sebut Lius.
Jojo baru menapaki final keduanya tahun ini setelah yang pertama berhasil dituntaskan sebagai juara di Indonesia Masters dengan menaklukkan kompatriotnya, Chico.
Jojo memang harus menerapkan strategi yang terukur melawan Axelsen. Kemungkinan, di laga final, Jojo bakal menerapkan strategi seperti di semifinal kemarin. Yakni, lebih banyak bermain sabar dan menunggu kesempatan untuk menyerang.
”Bila saya terlalu mengobral serangan, malah lebih enak ke dia (lawan),” tuturnya. Dengan tinggi 194 cm, Axelsen memang memiliki daya jelajah dan cover lapangan yang lebih luas ketimbang pemain lainnya.
Jojo juga harus memelihara kepercayaan diri untuk bisa memberikan kejutan. Apalagi, di event kali ini penampilannya terus menanjak. Sebagaimana diketahui, hanya di babak semifinal Jojo harus bermain rubber game.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
