
Putri Kusuma Wardani harus jatuh bangun untuk mengembalika bola Goh Jin Wei di laga kemarin.
JawaPos.com – Dua pebulu tangkis tunggal putri Indonesia berhasil lolos ke babak 16 besar Korea Open. Namun, tiket 16 besar itu harus diraih dengan susah payah.
Jika Putri Kusuma Wardani menghentikan perlawanan wakil Malaysia Goh Jin Wei (21-18, 14-21, 21-19), Gregoria Mariska Tunjung menundukkan atlet Spanyol Clara Azurmendi (16-21, 21-15, 21-19) di Jinnam Stadium Rabu (19/7).
’’Perjuangan yang tidak mudah. Goh Jin Wei adalah tipe pemain yang tidak mudah dimatikan,’’ kata Putri.
Walau tubuh lawan terbilang kecil, Putri menganggap Goh sebagai pemain yang memiliki pukulan dan kemampuan menebak permainan yang baik.
’’Di game pertama saya sudah bermain dengan baik. Apa yang saya siapkan sebelum pertandingan sudah berjalan,’’ sebutnya. Hanya, di game kedua dan ketiga, dia sempat masuk ke pola permainan lawan yang lambat.
’’Saya juga memperlambat tempo yang akhirnya poinnya tertinggal atau ketat,’’ sambung Putri.
Di babak 16 besar, Putri bakal menghadapi jagoan tuan rumah An Se-young. Pemain berinisial ASY itu kemarin mengalahkan wakil Belgia Lianne Tan (21-10, 21-14). Itu bakal menjadi tantangan berat bagi putri.
Apalagi ASY tampil di hadapan publik sendiri. Rekor pertemuan juga berpihak kepada ASY. Dari empat laga yang sudah dimainkan, belum sekali pun Putri menang atas ASY.
Namun, Putri memiliki trik tersendiri untuk bisa memutus tren negatif tersebut. ’’Saya akan coba tampil lepas tanpa beban dan memberikan permainan yang terbaik,’’ kata Putri.
Sementara itu, Jorji –sapaan Gregoria Mariska Tunjung– mengaku di pertandingan pertamanya kemarin masih lambat fokus.
’’Karena lumayan berbeda kondisi lapangan dengan saat uji coba. Saya harus adaptasi ulang dengan lapangan dua yang memang perlu banyak usaha ekstra. Memang bukan permainan terbaik yang saya inginkan,’’ ungkap pemain binaan PB Mutiara Cardinal Bandung itu.
Jorji mengaku sempat mengalami ketegangan setelah kehilangan game pertama. ’’Jadi, tadi berusaha untuk tidak berpikir banyak hal, fokus untuk tidak menyerah. Mencari satu poin demi satu poin,’’ tuturnya.
Di sisi lain, ganda putra Fajar Alfian/Rian Ardianto lolos tanpa banyak keringat. Sebab, Ko Sung-hyun/Shin Baek-cheol memilih mundur saat kedudukan baru berjalan 1-1 lantaran cedera.
’’Kami tidak menyangka bahwa Shin Baek-cheol masih mengalami cedera dan tadi harus mundur. Kami berharap dia lekas pulih dan bisa kembali bertanding,’’ harap Rian.
Menurut dia, lawan yang mundur membuat adaptasi pertandingan agak kurang baik. Sebab, praktis tak banyak kesempatan di lapangan. Namun, sisi positifnya, Rian mengaku bisa menyimpan tenaga lebih banyak untuk babak 16 besar melawan Lu Ching Yao/Yang Po Han. Sebelumnya, wakil Taiwan itu mengalahkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
