
Photo
JawaPos.com-Asti Dwi Widyaningrum melaju ke semifinal Mola TV PBSI Home Tournament 2020 dengan cara sangat luar biasa.
Dia melakukan kebangkitan sensasional pada game kedua untuk mengalahkan Ester Nurumi Tri Wardoyo dengan skor 17-21, 23-21, dan 21-9.
Asti, pemain nomor 272 dunia dan berusia 19 tahun itu tampil dahsyat pada game kedua. Dia hampir saja kalah. Namun, Asti lepas dari nasib buruk, membawa pertandingan menuju game ketiga, menang untuk memastikan satu tempat di babak empat besar.
"Dia lengah yang terakhir-terakhir pada game kedua itu. Lalu saya ambil dari situ," kata Asti dalam wawancara pinggir lapangan dengan Mola TV.
Menang nyaman pada game pertama, Ester sejatinya unggul 11-7 saat interval game kedua. Ester kembali jauh memimpin dalam posisi 17-12.
Namun, secara tak terduga, Asti mampu menyamakan kedudukan 17-17. Dia bahkan bangkit untuk memimpin dalam kondisi 18-17.
Tak berhenti sampai di sana, Asti mampu mencetak tujuh angka beruntun dan unggul dengan skor 19-17. Sebuah pukulan spekulatif Ester membuat kedudukan sama kuat 19-19. Ester lantas mencapai match point ketika smes keras ke arah forehand Asti, membuat kedudukan menjadi 20-19.
Laga ternyata belum selesai setelah smes keras Asti ke badan Ester membuat kondisi sama kuat 20-20. Laga makin menegangkan karena situasi kembali sama kuat 21-21. Sebuah pengamatan yang buruk dan sebuah dorongan yang tak akurat, akhirnya membuat Ester kehilangan game kedua dengan skor 21-23.
Di game ketiga, Asti yang sudah menemukan kepercayaan dirinya melaju terlebih dulu dengan keunggulan 5-2. Dia lalu menjauh dan memimpin 10-3, 14-4, dan mencapai match point dalam posisi 20-7.
Asti menutup pertandingan dalam kedudukan 21-9 pada game ketiga. Laga itu berakhir dalam tempo 1 jam dan 12 menit.
"Intinya jangan mati sendiri saja. Pukulan dia (Ester) kan belakang turun, belakang turun. Pasti dia ngasih saya kayak gitu," ucap Asti.
Asti belajar dari kekalahan pada Grup N ketika dia dihajar 10-21, 10-21 oleh Ester.
"Game ketiga mengapa unggul jauh ya karena saya siapkan setelah kemarin kalah. Set ketiga, dia mati-mati sendiri. Nggak cepet lagi kakinya," ucap Asti.
"Waktu penyisihan saya nggak yakin dengan main saya sendiri. Dia lalu menyerang. Dia itu bagus pukulan-pukulan belakangnya," tambahnya.
Pada semifinal, Asti akan berhadapan dengan pemenang antara Fitriani atau Putri Kusuma Wardani. "Dua-duanya imbang-imbang saja. Lawan siapa saja okelah," tandas Asti yakin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
