
Photo
JawaPos.com-Terdapat dua klub Jawa Timur (Jatim) yang menempatkan pemainnya lebih dari dua orang di Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) PBSI Jatim. Bagaimana jalan klub itu mencapai titik tersebut?
----
Fifa Badminton Club didirikan 12 tahun lalu dengan semangat besar. Tak hanya berprestasi di tingkat Jawa Timur. Melainkan juga bersaing di tingkat nasional. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, mereka memantau atlet dari seluruh Indonesia.
Enam tahun lalu ada satu atlet Fifa BC yang punya prestasi cukup menonjol. Dia adalah Winda Puji Hastuti. Atlet kelahiran 20 Januari 1998 tersebut berhasil meraih gelar juara tunggal putri turnamen invitasi nasional 2016.
Karena capaian itu, Winda berhak mendapat kesempatan magang di pelatnas selama enam bulan.
Winda sendiri bukanlah atlet asli Sidoarjo. Dia berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah. Namun, karena dinilai punya potensi, Fifa akhirnya memberikan penawaran kepada Winda.
”Jadi, sistem pembinaan kami pilih atlet se-Indonesia. Kami memberikan penawaran beasiswa kepada atlet,’’ kata Koordinator Pelatih Fifa BC Dani Setiawan.
Biasanya, Fifa memantau atlet dari ajang kejurnas, sirkuit nasional (sirnas), ataupun dari jaringan antar pelatih. Atlet yang berprestasi kemudian diberi beasiswa. Fasilitasnya mulai dari asrama, makan, dan tentu latihan. ”Sekarang atlet kami ada dari Kalimantan, Palembang, dan Bengkulu,’’ kata Dani.
Saat ini ada sekitar enam atlet yang menerima beasiswa. Mereka mendapat pelatihan dua kali sehari. Soal sekolah, atlet juga tidak perlu khawatir, Sebab, Fifa sudah menjalin kerja sama dengan salah satu SMP dan SMA di Sidoarjo.
Ke depan, pengurus berencana terus menambah atlet yang menerima beasiswa. ”Rencana kami mau ambil sepuluh supaya bisa mengangkat nama Fifa lagi,’’ kata Dani.
Ya, Fifa sampai saat ini sebenarnya masih berbicara banyak di Jatim. Buktinya, mereka bisa menyumbang tiga atlet di program Pelatprov PBSI Jatim. Jumlah itu terbanyak kedua di bawah Bayu Kencana.
Di sisi lain, tahun lalu klub sempat terpukul setelah sang pendiri M. Thoriq berpulang. ”Karena mau bagaimanapun, Fifa bisa berdiri dan berkembang ada campur tangan almarhum,’’ kata Dani.
Namun, pengurus baru di bawah kendali saudara M. Thoriq, M. Iqbal, dan seluruh pelatih telah bertekad untuk tetap meneruskan cita-cita almarhum. Fifa harus terus berlanjut dan bisa mencetak atlet yang bisa bersaing di level nasional.
”Kami berusaha membuat klub ini tetap eksis dengan siapa pun. Tidak bergantung dengan almarhum Abah Thoriq atau siapa pun,’’ kata Dani. ”Manajemen bilang klub ini tidak boleh bubar, harus selalu ada karena itu cita-cita almarhum Abah Thoriq,’’ lanjut Deni.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022