
Santi Juraidah, pevoli TNI AL saat bertanding melawan tim Vita Solo pada pertandingan Livoli di GOR Tawangalun, Banyuwangi. FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS
JawaPos.com-Santi Juraidah baru menginjak usia 15 tahun pada 12 Agustus 2022 lalu. Di usianya yang masih sangat muda, dia sudah menjadi pendulang poin andalan tim Livoli Divisi Utama TNI-AL.
----Rizka Perdana Putra, Banyuwangi----
SANTI sempat nervous menjelang laga melawan Vita Solo Selasa (11/10) lalu. Maklum, itu adalah laga debutnya bersama TNI-AL. Dia juga baru bergabung dengan tim selama dua pekan.
Namun, seiring berjalannya laga, dara kelahiran Medan tersebut mulai menemukan ritme permainan. Satu dua spike yang dia lancarkan mampu menambah perbendaharaan poin TNI-AL. Total dalam laga tersebut Santi mencetak 17 poin. Itu catatan terbanyak dalam tim.
Pemain termuda di TNI-AL tersebut mampu mempertahankan performa di tiga laga berikutnya. Dia mencetak 21 poin lawan Surabaya Bank Jatim (12/10), 13 poin lawan Petrokimia Gresik (13/10), dan terakhir 19 poin dalam laga melawan Vita Solo (15/10). Dalam tiga laga tersebut, Santi masih menjadi top scorer tim.
Di balik penampilan apik tersebut, Santi ternyata baru berlatih voli selama dua tahun terakhir. Tepatnya saat dia menginjak kelas 1 SMP. Pemicunya karena sang kakak, yang juga eks pemain Jakarta BNI 46 di Proliga 2020, Juhaidar Yusaini.
’’Karena saya lihat kakak saya, Juhaidar, dan dapat dorongan juga dari dia,’’ tutur Santi kepada Jawa Pos.
Pemain berpostur 176 cm itu lalu bergabung dengan klub asal Deli Serdang, Bina Remaja. Lambat laun, dia juga mulai ikut tarkam. Bahkan, sampai ke luar Pulau Sumatera. ’’Kalau main ke Pulau Jawa,’’ kata Santi.
’’Biasanya diajak tarkam, ada pelatih yang komunikasi ke pelatih saya, paling sering di Tangerang,’’ imbuh pengidola Wilda Nurfadhilah itu.
Nah, bakat Santi terpantau TNI-AL ketika mengikuti kompetisi Kasal Cup pada 2021. Dia membela klub Fajar Merah. Pemain yang tergabung dalam skuad Papua Barat di PON XX 2021 lalu itu akhirnya mendapat tawaran untuk seleksi di klub TNI-AL.
’’Ada teman kasih tahu pemain bagus, kami seleksi. Kalau bagus masuk, kalau jelek kami pulangkan. Ternyata anak itu (Santi, Red) bisa mengikuti latihan dan bagus, ya kami coba terus,’’ ungkap pelatih TNI-AL M. Anshori.
Santi lalu masuk dalam skuad TNI-AL di Livoli 2022. Dia selalu menjadi starter dalam empat laga. Anshori pun mengapresiasi penampilan Santi. ’’Dia power punya, lompatan punya, tinggal pengertian main yang harus dia tambah sekarang,’’ ucapnya.
Kini, Anshori berharap Santi mendapat pelatih yang benar-benar tepat. Hal itu penting supaya sang atlet bisa berkembang dengan maksimal.
’’Saya lihat dia harus pindah latihan. Artinya, ada pelatih yang bisa mendidik dia lebih maju,’’ tuturnya.
Lalu, apakah Santi akan terus membela TNI-AL? ’’Kami usahakan untuk ikut tim TNI-AL. Kami pertahankan dia, karena dia dibina dengan tim TNI-AL,’’ tegasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
