
JawaPos.com- TIM Piala Thomas bertekad mempertahankan gelar. Dalam beberapa edisi terakhir, belum ada negara yang mampu meraih gelar back-to-back. Indonesia pernah meraih juara beruntun pada lima edisi, yakni pada 1994, 1996, 1998, 2000, dan 2002. Candra Wijaya ikut berjuang merebut juara di tiga edisi terakhir. Berikut petikan wawancara Jawa Pos perihal kans Indonesia mempertahankan trofi.
Halo, selamat sore, Coach. Minal aidin wal faizin.
Ya, minal aidin wal faizin.
Bagaimana menurut Anda peluang Indonesia untuk bisa pertahankan trofi?
Ya, menurut saya, kesempatannya terbuka lah. Kita tahu memang mempertahankan lebih sulit daripada merebut. Meski begitu, sejarah perbulutangkisan nasional cukup panjang untuk bisa merebut Piala Thomas yang terakhir direbut tahun lalu. Ini sebagai lambang supremasi kebanggaan. Jadi, berusahalah yang terbaik untuk bisa mempertahankan kembali.
Bagaimana kekuatan skuad kali ini?
Skuad ganda dan tunggal putra kita hampir merata atau cukup kuat, ya. Jadi, berpeluang besar bisa mempertahankan Piala Thomas.
Absennya Marcus Fernaldi Gideon yang masih memulihkan cedera apakah bakal berpengaruh?
Ya, memang ada sedikit pengaruh. Tapi, menurut saya, beberapa ganda kita yang bisa tampil sebagai juara seperti Bagas Maulana/M. Shohibul Fikri (All England 2022) bisa mem-back up seniornya. Justru kekuatan itu ada di para pemain muda itu. Harus dikasih kepercayaan kepada pemain muda. Tanpa mengecilkan pemain senior atau kapten Hendra Setiawan/M. Ahsan.
Anda sangat optimistis dengan pasangan muda kita?
Ya, karena kita tahu sekarang kesiapan menghadapi tekanan dan teknis di lapangan itu sangat penting. Siapa yang lebih siap sangat menentukan. Maksud saya, ada faktor lain seperti fisik, konsentrasi, psikologis. Itu kan nanti bisa dilihat di lapangan. Sekarang ini sudah waktunya memberikan kepercayaan lebih bagi pasangan muda kita selain uji coba melihat kapasitas dan kemampuan mereka, ya.
Dengan tidak adanya Marcus, menurut Anda, siapa pemain yang cocok untuk tandem dengan Kevin Sanjaya?
Ada Fajar Alfian/Rian Ardianto, terus juga yang muda-muda (Bagas/Fikri) masih memungkinkan kok. Sektor ganda putra biasanya sering latihan bersama. Jadi, masing-masing sudah tahu ya cara mainnya. Mungkin di lapangan yang sering dipasangkan dengan Kevin siapa. Sebagai alternatif juga untuk buat strategi baru mengecoh lawan. Artinya, menciptakan ganda baru yang tidak bisa ditebak lawan.
Mengenai kompetitor, siapa saja yang menurut Anda bakal menyulitkan?
Lebih kurang ya semua negara. Yang diwaspadai Tiongkok. Kekuatan pemain muda mereka belum tahu persis, ya. Apalagi main di beregu. Ini patut diwaspadai. Yang lain sama. Bisa jadi, Jepang meski Kento Momota menurun, tapi belum tentu (tidak bisa perform). Harus diwaspadai pemain juniornya. Juga, Malaysia yang sekarang di tunggal masih punya ”kartu” yang bisa menyumbang poin. Di ganda putranya mereka juga merata. Denmark dan Thailand tidak bisa dianggap remeh. Dari Denmark, ada Viktor Axelsen dan Anders Antonsen di tunggal. Jadi, kita harus hati-hati.
Ada tips mungkin untuk bisa juara berturut-turut?
Prinsipnya, setiap atlet dan keseluruhan tim sama-sama kompak memiliki tekad dan tujuan untuk mempertahankan Piala Thomas. Itu saja.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
