
Jonatan Christie Humas PP PBSI
JawaPos.com-Sejak memulai debut di level senior sembilan tahun lalu, prestasi terbaik Jonatan Christie di BWF World Tour adalah juara level Super 300.
Jonatan punya kesempatan naik level untuk menjadi juara turnamen Super 500. Melawan pemain yang merangkak sejak kualifikasi asal Tiongkok Weng Hongyang, Jonatan sangat diuggulkan menjadi juara.
Namun, Jonatan kandas dalam rubber game dengan skor 21-12, 19-21, 15-21.
Jonatan sebenarnya membuka pertandingan dengan baik ketika berhasil unggul 21-12 di game pertama. Bahkan Jojo hampir saja memastikan gelar juara karena sudah unggul 19-16 di game kedua.
Tapi petaka akhirnya datang saat Weng mampu merebut lima poin beruntun dan merebut game tersebut. Di game penentuan situasi berbalik. Weng bermain semakin percaya diri. Sedangkan Jojo tidak sabar dan malah banyak melakukan kesalahan sendiri.
"Puji Tuhan pastinya karena bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Kalau dibilang menyesal pasti menyesal, tadi sepertinya sudah hampir menjuarai Super 500 pertama saya. Tapi kembali lagi Tuhan yang memberi dan Tuhan juga yang mengambil. Jadi saya tetap bersyukur dengan hasil ini," kata Jonatan dikutip dari siaran pers PP PBSI.
"Di game kedua sudah unggul 19-16 dan ada beberapa kali bolanya tanggung dan saya coba mematikan tapi dia masih bisa menahan. Saya rasa lawan bagus dan cukup siap di momen seperti itu," tambah Jonatan.
Jonatan mengakui bahwa usaha lawan yang tidak mau kalah sangat kuat di poin-poin krusial. Sementara itu, dia tidak bisa menerapkan strategi dengan baik.
"Ada faktor keberuntungan, tapi usaha dia memang maksimal dan tidak mau kalah. Di game ketiga dia lebih enjoy dan percaya diri setelah bisa lepas dari tekanan," ucap Jojo.
"Kondisi saya sebenarnya memang lelah tapi itu bukan alasan, semua pemain juga merasakan. Hari ini saya kurang bisa menerapkan strategi dengan baik di poin-poin krusial," ungkap Jojo.
Dengan hasil ini Jojo mengulang torehannya di Korea Terbuka 2017. Saat itu, Jojo menjadi runner-up setelah dikalahkan rekan senegara Anthony Sinisuka Ginting di final.
Disinggung mengenai evaluasi, Jojo mengatakan masih harus berdiskusi dengan pelatih. "Masih belum percaya sebenarnya, tapi semua sudah terjadi. Nanti saya akan diskusi dengan pelatih baru tahu apa yang harus dievaluasi. Sekarang belum terpikirkan," ucap Jojo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
