
BALAPAN BERGENGSI: Pembalap IATC saat uji coba lintasan di Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, pada 14 November 2021. (LOMBOK POST)
JawaPos.com – Tes pramusim MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit akhir pekan ini (11–13 Februari) berlangsung di tengah lonjakan kasus Covid-19. Sistem bubble ketat akan diberlakukan untuk mencegah penularan.
Penerapan bubble disiapkan untuk menyambut seluruh kru, ofisial, dan pembalap MotoGP berikut logistiknya. Jumlahnya diperkirakan 900 orang. Mulai hari ini (7/2), secara bergelombang mereka tiba di Lombok.
Sebagaimana dilansir Lombok Post, skema pengaturan kedatangan dimulai sejak di Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Petugas kesehatan dan pengamanan menjemput seluruh tim dengan menggunakan kendaraan khusus. Selanjutnya, kru dan pembalap dibawa menuju hotel. ”Setelah sampai di hotel, peserta langsung menjalani tes PCR. Selama menunggu hasilnya, tidak boleh keluar hotel dulu,” terang Kepala Dinas Kesehatan NTB dr H Lalu Hamzi Fikri.
Jika hasil tes PCR negatif, pembalap dan kru bisa mengakses sirkuit. Tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). ”Setelah selesai di sirkuit, mereka kembali ke hotel. Begitu siklusnya, bandara–hotel–sirkuit. Nanti ada petugas, satgas yang mengawasi,” jelas Fikri.
Sebanyak 23 hotel disiapkan dalam skema bubble untuk official preseason test MotoGP Mandalika. Seluruhnya berada di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. ”Dispar mengawal untuk bubble di 23 hotel ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB H Yusron Hadi kemarin (6/2).
Seluruh karyawan hotel juga menjalani tes PCR. Sebanyak 23 hotel tersebut juga menerapkan aplikasi PeduliLindungi. ”Semua karyawan yang sudah di-PCR masuk skenario bubble dengan penerapan prokes yang baik,” katanya.
Selama penerapan bubble, karyawan yang bertugas tetap berada di hotel. Jika harus keluar hotel, mereka diwajibkan menjalani rapid test antigen sebagai antisipasi masuknya Covid-19 dari luar.
Meski dibayangi lonjakan kasus Covid-19 yang diduga imbas merebaknya varian Omicron, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah meminta tidak ada kepanikan. Kendati begitu, dia meminta penyelenggara dan seluruh pihak yang terlibat dalam tes pramusim tetap mematuhi aturan prokes dan sistem bubble. ”Selama tiga hari itu harus benar-benar dipatuhi bubble. Dari bandara, hotel tempat menginap, hingga sirkuit,” tegas Zul.
Dia mengakui karakteristik varian Omicron yang menyebar. Namun, pada banyak kasus, yang terjadi adalah tanpa gejala. Karena itu, pihaknya akan menggeber vaksinasi. ”Vaksinasi ini terus kami kejar supaya daya tahan masyarakat tinggi,” imbuhnya.
Hal itu sekaligus menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 8 Tahun 2022. Yakni, menginstruksikan Pemda NTB untuk melakukan prakondisi menjelang penyelenggaraan MotoGP. Pemda harus mengejar angka vaksinasi dosis pertama dan kedua minimal 80 persen. Lalu, mengakselerasi vaksinasi booster.
Inmendagri tersebut juga mengatur teknis pelaksanaan. Di antaranya, pembatasan jumlah penonton paling banyak 100 ribu orang. Seluruh penonton diwajibkan telah melakukan vaksinasi dosis kedua. Selain itu, penonton wajib negatif Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil swab PCR yang terbagi dalam dua kategori. Yakni, tes PCR maksimal H-1 bagi penonton dari luar Lombok dan untuk penonton dari Pulau Lombok berlaku hasil negatif PCR 2 x 24 jam atau tes antigen 1 x 24 jam.
Dalam kesempatan bertemu dengan jajaran direksi Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Zulkieflimansyah meminta lebih banyak kuota tiket dengan harga murah untuk masyarakat lokal. Hal itu bertujuan untuk menekan ketersediaan akomodasi pariwisata. ”Pas World Superbike ada 2.000 tiket, untuk MotoGP bisa ditambah lagi buat warga lokal,” kata Zul.
Lebih banyaknya distribusi tiket nonpremium kepada warga lokal, kata dia, akan memberikan ruang akomodasi lebih banyak terhadap penonton dari luar daerah. ”Penonton lokal kan tidak perlu akomodasi. Dari rumah bisa langsung ke sirkuit,” tutur Zul.
Sejauh ini, pemerintah pusat mengalokasikan sekitar 37 ribu tiket dari total 100 ribu kuota penonton MotoGP yang dijual kepada warga NTB. Dari jumlah tersebut, gubernur meminta setidaknya 25 ribu tiket bisa dijual dengan harga khusus.
Sementara itu, Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, saat ini persiapan pelaksanaan MotoGP terus dimatangkan. Misalnya, penyelesaian infrastruktur pendukung untuk balapan maupun homologasi. MGPA bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sudah menuntaskan persiapan untuk marshal serta pendukung teknis lainnya. Infrastruktur seperti tribun masih masuk tahap penyelesaian pekerjaan. ”Untuk homologasi, kami laporkan langsung ke Dorna sesuai dengan permintaan,” kata Priandhi.
Terkait dengan permintaan gubernur mengenai harga tiket murah untuk masyarakat lokal, Priandhi mengatakan, MGPA akan mengupayakannya. Sebab, persoalan tiket di luar kewenangan Dorna Sport yang merupakan promotor MotoGP.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
