
Chou Tien-chen PP PBSI
JawaPos.com-Tuah Istora Senayan kali ini tidak berpihak pada Anders Antonsen. Pebulu tangkis asal Denmark itu tidak mampu mengulang kesuksesannya ketika meraih gelar juara Indonesia Masters Januari lalu. Kemarin, pemain ranking ke-11 dunia itu kandas di tangan unggulan keempat Chou Tien-chen pada final Blibli Indonesia Open 2019.
Hasil tersebut sekaligus menambah panjang daftar kegagalannya mengatasi pemain Taiwan. Chou unggul telak dalam head-to-head yakni 5-0.
Padahal, jika menang, itu akan menjadi gelar juara kedua baginya. Antonsen kalah dalam tiga game 18-21, 26-24, dan 15-21 dalam tempo 1 jam 31 menit.
’’Saya memulai pertandingan agak slow. Terlalu banyak keputusan bodoh yang saya buat. Tentu saja saya sangat kecewa saat ini,’’ kata Antonsen.
Sementara itu, raut bahagia tidak bisa disembunyikan Chou. Pemain 29 tahun tersebut sampai menangis haru. Sebab, inilah kali pertama dia meraih juara di Indonesia dan memeluk gelar pada turnamen BWF Tour paling elite, super 1.000.
Ini adalah gelar pertama Chou sepanjang 2019. Dalam sejarah Indonesia Open sejak bergulir pada 1982, Chou adalah pemain tunggal putra Taiwan pertama yang berdiri di podium teratas.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari campur tangan pelatih asal Indonesia Victo Wibowo yang saat ini melatihnya. Selain itu, upaya Chou untuk menjadi juara layak diapresiasi lantaran empat dari lima pertandingan yang harus dia jalani berakhir rubber game. Ini membuktikan bahwa tenaganya sangat luar biasa.
’’Senang sekali rasanya bisa menang. Capek sudah pasti, tapi saya harus pintar-pintar menjaga stamina. Terima kasih juga untuk fans yang sudah mendukung,” ucap Chou.
Di sisi lain, ganda campuran terbaik dunia Zheng Siwei/Huang Yaqiong berhasil mewujudkan target mereka untuk mengambil gelar juara. Tahun lalu mereka terhenti di semifinal. Edisi 2019, Zheng/Huang mengalahkan kompatriot mereka, yaitu pasangan nomor dua dunia Wang Yilyu/Huang Dongping.
Ini sekaligus menjadi gelar keempat yang diraih pasangan Tiongkok itu sepanjang tahun ini.
’’Kunci kesuksesan ini adalah latihan. Kalau latihan lebih banyak dibanding orang lain, main akan lebih bagus. Tidak ada yang instan. Kalau mau baik, harus kerja keras tiap hari,” tegas Zheng.
Tim Jepang menyegel dua gelar juara dari ganda putri Yuki Fukushima/Sayaka Hirota yang sukses mempertahankan gelar. Sementara itu, Akane Yamaguchi menyumbang gelar dari sektor tunggal putri dengan menumbangkan andalan India, Pusarla V. Sindhu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
