Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 November 2021 | 01.35 WIB

Pelatih Ingin No 1 Indonesia Minimal Sekali Juara pada 3 Ajang di Bali

Praveen Jordan Melati Daeva (Badminton Photo) - Image

Praveen Jordan Melati Daeva (Badminton Photo)

JawaPos.com-Ganda campuran nomor satu Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti masih harus berpuasa gelar. Mereka gagal menjuarai Hylo Open 2021 pada Minggu (7/11) lalu.

Dalam laga final di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, itu, pasangan berjuluk PraMel tersebut kalah dari Dechapol Puavaranukroh/SapsireeTaerattanachai dengan skor 22-20, 21-14.

Itu menjadi kekalahan keempat PraMel secara beruntun dari pasangan berjuluk Bass/Popor tersebut. Semua kekalahan itu terjadi sepanjang 2021. Dua di antaranya terjadi pada laga final. Hasil itu membuat Bass/Popor unggul head-to-head 6-4.

”Meskipun bisa tampil ke final, performa Praveen/Melati bisa saya katakan belum maksimal. Banyak melakukan kesalahan sendiri. Ini sangat merugikan karena tampil di final,” keluh pelatih Nova Widianto saat dihubungi kemarin.

Memang, setelah menjadi finalis Hylo Open 2021, peringkat PraMel diprediksi naik lima tingkat. Mereka bakal naik ke ranking ke-8 World Tour Finals 2021. Tetapi, hal itu belum cukup aman. Ada dua turnamen sisa di Bali dengan level yang tinggi.

Yaitu, Indonesia Masters 2021 (Super 500) dan Indonesia Open 2021 (Super 1000). Untuk bisa tampil di WTF 2021, Praveen/Melati harus bisa mengamankan posisi delapan besar.

Selama 2021 ini, performa Praveen/Melati memang belum konsisten. Dari sembilan turnamen individu, mereka mencapai 2 kali final, 2 kali perempat final, dan sekali semifinal. Sisanya tersingkir pada babak pertama dan kedua. Mereka kali terakhir juara pada All England 2020 lalu.

”Walaupun performa Praveen/Melati belum bagus, kami berharap bisa tampil bagus di rumah sendiri. Inginnya bisa juara dalam satu turnamen di Bali nanti,” ujar Nova saat dihubungi kemarin.

Dalam undian Indonesia Masters 2021, Praveen/Melati menempati unggulan kedua. Tanpa pesaing dari Tiongkok, Bass/Popor masih menjadi rival berat mereka. Kemungkinan mereka akan bertemu lagi di babak final. Tetapi, rival lain juga siap menanti di semifinal. PraMel berada di pul bawah bersama Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

”Setelah dari Jerman, kami tentu tidak mau menyerah. Kami akan berusaha lebih keras lagi untuk menghadapi turnamen di Bali,” ujar Praveen.

Kemarin tim Indonesia sudah kembali dari Jerman. Mereka akan menuju Bali untuk mengikuti Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021 yang dimulai pada Selasa (16/11) pekan depan.

Sebelumnya, para pemain harus menjalani karantina selama lima hari di The Westin Resort, Nusa Dua. Artinya, mereka harus tiba di Bali maksimal besok.

”Mengakhiri rangkaian tur Eropa ini memang menguras tenaga, pikiran, dan mental. Lumayan dapat satu gelar juara, 2 runner-up dan 3 semifinalis. Ada peningkatan dari pemain-pemain pelapis yang performanya cukup menggembirakan,” kata Aryono Miranat, manajer tim.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore