
Markis Kido (L) and Hendra Setiawan of Indonesia celebrate after defeating Lars Paaske and Jonas Rasmussen of Denmark in the men
JawaPos.com-Dunia bulu tangkis Indonesia dihantam berita sangat mengejutkan dan sangat menyedihkan.
Salah seorang pahlawan terbesar nasional Markis Kido meninggal dunia. Kido meninggal pada usia 36 tahun saat bermain bulu tangkis di Tangerang. Dia meninggal karena serangan jantung.
"Kaget sekali. Sedih sekali. Kido memang puya riwayat tensi yang tinggi," kata Kepala Sub Bidang Hubungan Internasional PBSI Bambang "Rudy" Roedyanto. "Ini berita yang mengejutkan. Tiba-tiba sekali karena usianya baru 30-an tahun," imbuh Rudy.
Mantan pemain nasional Yuni Kartika mengatakan terkejut dan tidak menyangka Kido meninggal dunia secepat ini. Yuni memastikan bahwa Kido terkena serangan jantung.
Kadang, kata Yuni, mantan pemain sering memaksakan diri ketika bermain. Walau sudah capek, tetapi tetap bermain. Mungkin ini penyebab meninggalnya Kido. "Beberapa hari lalu saya baru bertemu. Ngobrol. Selfie bareng. Kaget sekali," kata Yuni.
"Sebagai peraih emas Olimpiade, Kido adalah salah satu yang terbaik bagi Indonesia. Dia punya serangan yang oke. Sebagai pribadi, orangnya ramah dan baik. Nggak nyangka saja. Waktu ketemu baik-baik dan ketawa-ketawa. Umur orang nggak ada yang tahu," imbuh Yuni dengan nada penuh penyesalan.
Menurut legenda ganda putra peraih emas Olimpiade Sydney 2000 Candra Wijaya, Kido memang terbiasa main setiap Senin di GOR Petrolin, Tangerang.
"Kido baru main setengah set. Pas pindah tempat 15-8, tiba-tiba saya lihat dia sudah jatuh tidak normal ke depan. Mulai tidak sadar dan ngorok. Kami sudah berusaha sekuat tenaga di lapangan dan membawa ke RS Omni Alam Sutera," kata Candra.
Kido merupakan salah seorang pemain ganda putra terbaik dalam sejarah. Dia meraih emas Olimpiade Beijing 2008 bersama Hendra Setiawan. Bersama Hendra juga, Kido menjadi juara dunia 2007, meraih emas Asian Games 2010, dan juara Asia 2005 dan 2009.
"Ikut berduka cita yang sangat mendalam buat salah satu partner terbaik saya dalam suka maupun duka," kata Hendra dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com.
"Dia salah satu pemain yang luar biasa dan sangat bertalenta," imbuhnya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menjadi partner yang baik buat saya dalam waktu menang ataupun kalah. Terima kasih sudah berpartner mulai dari nol dan sama-sama berjuang selama 12 tahun, terima kasih kido dan selamat jalan," kata Hendra lagi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
