
Gloria Emanuelle
JawaPos.com − Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) kembali menunda jadwal turnamen tahun ini. Kali ini giliran Piala Sudirman 2021. Kejuaraan beregu campuran itu awalnya dijadwalkan pada 23−20 Mei di Suzhou, Tiongkok.
Namun, kebijakan pemerintah Tiongkok yang melarang warga asing datang membuat BWF memilih menunda kejuaraan tersebut.
Hal itu dikonfirmasi dari Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto. Pria yang akrab disapa Rudy itu mengatakan, ini salah satu dampak aturan ketat yang ditetapkan tuan rumah.
’’Tiongkok belum memperbolehkan atlet asing masuk. Kalaupun boleh, harus ada karantina dua minggu terlebih dahulu,’’ kata Rudy kepada pewarta kemarin.
Meski ditunda, Rudy menjelaskan bahwa Suzhou tetap menjadi tuan rumah Piala Sudirman 2021. Hanya, jadwalnya akan digeser menjadi September mendatang.
Sebetulnya, kalaupun digelar sesuai rencana pada Mei, jadwalnya juga cukup mepet dengan Olimpiade Tokyo 2020. Olimpiade sendiri akan digelar pada 23 Juli hingga 8 Agustus. Selain itu, Mei masih masuk periode kualifikasi. BWF memperpanjang periode kualifikasi hingga 15 Juni 2021.
Di sisi lain, jika Piala Sudirman digelar pada September, itu juga berdekatan dengan jadwal Piala Thomas dan Uber 2020. Turnamen beregu tersebut seharusnya digelar pada tahun genap. Hanya, mengalami penundaan karena pandemi Covid-19. Piala Thomas dan Uber 2020 sendiri akan dijadwalkan pada 9−17 Oktober 2021 di Aarhus, Denmark.
’’Bentrok sih tidak mungkin. Kemungkinan akan menggunakan sistem turnamen yang sama saat Asian Leg dan World Tour Finals 2020 di Thailand yang lalu,’’ jelas Rudy.
Sementara itu, pelatih ganda campuran pelatnas Richard Mainaky mengaku tidak terkejut dengan penundaan turnamen tersebut. Pihaknya memang selalu menyiapkan diri dengan segala kemungkinan. Ada atau tidaknya turnamen.
’’Tidak terlalu ada pengaruh bagi kami. Yang paling penting menyiapkan pemain agar mereka maksimal. Kalau seperti ini, jadi ada waktu latihan yang lebih,’’ kata Richard kepada Jawa Pos.
Baca Juga: Saat Nomor 1 Dunia Dikalahkan Seorang Murid SMA Berusia 16 Tahun
Pengalaman sepanjang 2020 yang hampir tidak mengikuti turnamen membuat Richard lebih fleksibel untuk menentukan program latihan dalam jangka waktu lebih lama.
’’Kalau dari saya diambil sisi positifnya saja. Dengan waktu yang lebih panjang ini, bisa buat benahi kekurangan. Turnamen ditunda jadi lebih banyak waktu buat persiapan,’’ tuturnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
