
MILWAUKEE, WI - DECEMBER 25: Stephen Curry #30 of the Golden State Warriors handles the ball during the game against the Milwaukee Bucks on December 25, 2020 at the Fiserv Forum Center in Milwaukee, Wisconsin. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and
JawaPos.com –Pertandingan seri reguler baru berjalan dua kali bagi Golden State Warriors. Tapi, bintang utama mereka Stephen Curry mulai frustasi.
Gara-garanya, di dua laga pertama Warriors dibantai habis-habisan. Kemarin mereka tumbang dari Milwaukee Bucks dengan skor telak 99-138 di Fiserv Forum.
Sebelumnya, di pertandingan pertama Warriors juga dilibas Brooklyn Nets 99-125. Alhasil, dalam dua laga ini saja, Warriors sudah ketinggalan poin dari lawan dengan margin mencapai 65 angka.
Baca Juga: Menepi 18 Bulan, Kevin Durant Tampil Solid untuk Menghajar Warriors
Kenyataan itu membuat Warriors tercatat dalam daftar buruk sejarah NBA. Mereka berada di urutan kedua tim dengan margin poin ketinggalan terbesar pada dua laga pertama NBA. Di peringkat pertama ada Los Angeles Clippers yang ketinggalan margin poin mencapai 71 angka hanya pada dua laga pertama. Itu terjadi pada musim 1987–1988.
Bukan itu saja catatan buruk yang dihasilkan anak asuh Steve Kerr pada awal musim 2020–2021. Kekalahan dengan margin 39 angka dari Bucks kemarin membuat Warriors menjadi tim yang kalah di laga hari Natal dengan margin ketinggalan tertinggi kedua dalam sejarah NBA.
Mereka hanya kalah dari New York Knikcs yang tumbang dengan skor 100-162 atas Syracuse Nationals (sekarang Philadephia 76ers) pada 25 Desember 1960.
”Kami butuh kemenangan secepatnya,” ucap Curry dengan nada frustasi setelah laga dilansir Yahoosport. ”Aku tidak tahu bagaimana caranya. Yang jelas, kami harus lebih fokus,” tambah MVP NBA 2015 dan 2016 tersebut.
Curry mencetak 19 poin. Tiga pemain Warriors lain juga membuat double-digit. Tapi, jika dilihat secara keseluruhan, akurasi tembakan Warriors buruk. Mereka hanya mampu membuat field goal 34,3 persen (34-99). Tembakan tiga angka mereka lebih parah. Skuad Warriors hanya melesakkan 10 dari 45 kali percobaan (22 persen).
Sebaliknya, Bucks mengeksekusi 20 tembakan tiga angka dari 37 percobaan. Persentasenya mencapai 54 persen. Khris Middleton jadi donatur poin utama dengan 31 angka.
Forward 29 tahun itu melesakkan 6 dari 8 percobaan tembakan tiga angka. Di dua laga pertama Bucks ini, total dia sudah mengumpulkan 58 poin.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi momen kebangkitan Bucks. Sebab, di laga pertama mereka takluk di tangan Boston Celtics dengan skor tipis 120-121. ”Kami bekerja keras untuk mempersiapkan musim ini. Sejauh ini semua berjalan dengan baik,” ucap Middleton dilansir ESPN.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
