Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Desember 2020 | 03.41 WIB

Pemerintah Belum Beri Izin, Kompetisi Tertinggi Indonesia Terancam

Tim Putra Surabaya Bhayangkara Samator saat bertanding melawan tim Jakarta BNI 46 dipertandingan bola voli pro liga putaran pertama seri kedua di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (2/2/2020). Pertandingan tersebut dimenangkan Jakarta BNI 46 dengan skor 3-1 - Image

Tim Putra Surabaya Bhayangkara Samator saat bertanding melawan tim Jakarta BNI 46 dipertandingan bola voli pro liga putaran pertama seri kedua di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (2/2/2020). Pertandingan tersebut dimenangkan Jakarta BNI 46 dengan skor 3-1

JawaPos.com − Kompetisi Proliga 2021 terancam. Liga bola voli profesional di Indonesia itu awalnya dijadwalkan digelar pada Februari 2021. Namun, pihak penyelenggara memutuskan memundurkan jadwal.

Direktur Proliga Hanny S. Surkatty mengungkapkan, hal itu dilakukan karena pihaknya belum memperoleh lampu hijau dari pemerintah. ’’Kompetisi sepak bola saja diundur. Ini karena ada kerumunan, jadi nggak boleh,’’ ujar Hanny kepada Jawa Pos.

Dia menjelaskan, kompetisi voli memang cukup sulit menerapkan protokol kesehatan. Satu pertandingan paling tidak membutuhkan 90 orang. Padahal, dalam sehari ada empat pertandingan yang digelar.


’’Itu berarti 300−350 orang lebih untuk perputaran. Bola yang digunakan juga gantian. Pemain pun tidak mungkin memakai masker. Bisa tes swab, tetapi itu tidak menjamin terbebas dari virus,’’ tuturnya.

Padahal, khusus tahun depan, pertandingan digelar di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor. Kompetisi yang memasuki tahun ke-20 itu diadakan tanpa penonton.

Tim boleh tidak menggunakan pemain asing. Dengan protokol kesehatan yang ketat, berdampak pada pembengkakan biaya dari klub.

Hanny menambahkan, untuk kompetisi nanti, diwajibkan ada karantina. Kemudian, kamar yang digunakan maksimal untuk dua pemain saja. Opsi memperpendek pertandingan juga bukan bagian dari solusi yang akan diambil.

Sebab, menurut Hanny, kompetisi Proliga tidak bisa melakukan itu. Tetap harus berjalan dua putaran, babak final four, dan grand final.

Lalu, apakah mungkin Proliga 2021 batal diadakan? Hanny belum bisa menjawab. Pihaknya masih berupaya kompetisi bisa digelar. Opsinya adalah menunda hingga Juni 2021. Namun, hal itu kembali pada persetujuan dari pemerintah.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore