
Photo
JawaPos.com-Para pemain belia tampil luar biasa pada fase penyisihan Grup Mola TV PBSI Home Tournament 2020. Tiga tunggal putri berusia belasan tahun, sukses menjadi juara dalam empat grup yang tersedia.
Kejutan terbesar dilakukan oleh Putri Kusuma Wardani. Pemain 18 tahun itu, menjadi juara Grup M. Pada laga terakhir fase grup, Putri KW, panggilannya, mengalahkan pemain nomor satu Indonesia sekaligus unggulan pertama Gregoria Mariska Tunjung.
Dalam sebuah pertarungan seru, Putri menang dalam rubber game dengan skor 25-23, 20-22, dan 21-11.
"Kunci kemenangan saya adalah saya lebih tahan di lapangan. Seperti sudah saya prediksi, bola-bola depan Kak Gregoria yang mengejutkan arahnya tadi banyak keluar. Dari awal saya ingin main bagus dulu, nggak memikirkan menang atau kalah, jadi saya main tanpa beban," ujar Putri KW dalam siaran pers PP PBSI yang diterima JawaPos.com.
"Saya kehilangan game kedua karena saya buru-buru mau mematikan bola. Di game ketiga, saya mempercepat tempo permainan dan nggak mau kecolongan lagi. Pertandingan pagi ini seru sekali, Kak Gregoria nggak gampang untuk dikalahkan," imbuh Putri KW.
Sepanjang fase grup, Putri KW sukses menyapu bersih tiga kemenangan. Sebelum mengalahkan Gregoria hari ini, dia mengandaskan Bilqis Prasista dan Siti Sarah Azzahra kemarin (22/7).
Sementara itu di Grup N, kejutan hebat terjadi saat tunggal berusia 15 tahun Ester Nurumi Tri Wardoyo menjadi pemuncak klasemen. Hari ini, dia mengalahkan Yasnita Enggira Setiawan dengan skor 21-17, 21-13. Ester menyapu bersih tiga pertandingan. Kemarin, dia mengandaskan unggulan empat Choirunnisa dan unggulan enam Asti Dwi Widyaningrum.
Dari Grup P, Komang Ayu Cahya Dewi yang baru berumur 17 tahun menjadi juaranya. Dia juga meraih tiga kemenangan. Salah satunya dengan menundukkan unggulan kedua Fitriani.
Sementara itu, satu-satunya unggulan empat besar yang menjadi juara grup adalah Ruselli Hartawan. Pemain nomor tiga Indonesia itu menjadi penguasa Grup O.
Walaupun kalah melawan pemain junior berusia 17 tahun Stephanie Widjaja (19-21, 16-21), namun Ruselli tetap berhak menjadi juara grup. Sebab, walaupun punya poin sama yakni dua, dia unggul head-to-head melawan Saifi Rizka Nur Hidayah.
Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa kualitas tunggal putri Indonesia saat ini sangat merata. Gap antara pemain senior dan junior rupanya tidak terlalu jauh.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
