Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juni 2020 | 00.19 WIB

Momen Berharga Karena Juara di Tengah Kekhawatiran dan Pandemi

Praveen Melati bonus PB Djarum - Image

Praveen Melati bonus PB Djarum

JawaPos.com-Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mendapatkan bonus sebesar Rp 450 juta dari PB Djarum. Pemberian bonus dilakukan secara virtual karena alasan pandemi Covid-19.

Konferensi pers usai pemberian bonus pun dilakukan secara virtual pada Kamis (11/6) siang. Proses tanya jawab bersama puluhan wartawan dilangsungkan via online dengan narasumber yang berasal dari berbagai tempat.

Praveen/Melati dan pelatih Nova Widianto live dari Pelatnas PBSI di Cipayung, sementara pelatih Richard Mainaky di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara. Sementara itu Yoppy Rosimin, Ketua PB Djarum yang juga Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation live dari Kudus, Jawa Tengah.

Acara tersebut dipandu mantan pemain tunggal putri Yuni Kartika dari Jakarta.#

"Saya nggak menyangka di kondisi seperti ini pun ternyata kami dibuatkan acara apresiasi atas prestasi kami. Awalnya agak canggung karena sebetulnya saya nggak terbiasa di depan kamera, tapi lama-lama terbiasa kok," kata Praveen dalam siaran pers PP PBSI yang diterima JawaPos.com.

"Memang unik ya, baru pertama kali saya mengikuti acara seperti ini. Tapi sama seperti yang dibilang Jordan, kami berterima kasih karena lagi pandemi begini tetap ada penghargaan dari klub kami," tambah Melati.

Praveen/Melati menerima bonus sebesar total Rp 450 juta yang terdiri dari deposito BCA senilai Rp 400 juta dari PB Djarum serta voucher senilai Rp 50 juta dari Blibli.com, Tiket.com, dan Yuzu.

Praveen/Melati kompak akan menabung uang bonus yang mereka terima.

"Kalau kemarin-kemarin dapat bonus, selain ditabung pasti dipakai membeli sesuatu yang sudah saya rencanakan, sudah incar dari lama. Tapi kalau yang ini benar-benar mau ditabung, kondisi saat ini kan nggak kondisif dan serba nggak pasti, jadi biar aman ditabung saja dulu," kata Melati.

Raihan gelar All England yang didapat Praveen/Melati di tengah pandemi Covid-19 menyebabkan banyak penyesuaian dari tradisi biasanya. Selain seremoni pemberian bonus yang biasanya tatap muka kini dilakukan secara virtual, tidak ada acara penyambutan Praveen/Melati saat mereka tiba di Tanah Air.

Perayaan kemenangan yang diraih Praveen bersama Melati juga berbeda ketika Praveen meraih gelar All England 2016 bersama Debby Susanto. Praveen merupakan satu-satunya pemain putra ganda campuran Indonesia yang berhasil merebut gelar All England dengan dua pasangan berbeda.

"Pasti beda karena sekarang ada wabah Corona, euforia-nya beda. Tapi tiap capaian itu ada kenangannya sendiri-sendiri. Waktu sama cik Debby, sangat berkesan karena itu adalah gelar All England pertama saya. Sekarang juara sama Mely (Melati) juga berkesan karena kami juara di tengah kondisi dunia seperti ini. Kami bisa melewati semua kekhawatiran dan dapat gelar," ucap Praveen.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore