Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Mei 2020 | 00.27 WIB

Kalau Kompetisi Dimulai Lagi, Louvre Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Opsi untuk kembali mengadakan Indonesian Basketball League (IBL) terus digodok setelah pemerintah mulai menyosialisasikan new normal di tengah pandemi Covid-19 yang belum teratasi sepenuhnya. Louvre Surabaya siap menjadi tuan rumah.

Sebagaimana diketahui, ajang bola basket paling bergengsi di Indonesia itu dihentikan sejak Maret lantaran merebaknya virus korona baru. Seri ke-7 IBL yang semestinya diselenggarakan di Malang pada 13–15 Maret dibatalkan.

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menuturkan, pihaknya terus melakukan persiapan untuk kembali menghelat IBL. ’’Kami sudah dua kali rapat pada Maret dan April. Akhir Mei atau awal Juni ini kami akan adakan pertemuan (virtual, Red) lagi untuk membahas perkembangan terkini,’’ ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (27/5).

Ada beberapa pokok bahasan yang bakal didiskusikan. Di antaranya, terkait dengan sponsor, pemain asing, dan penetapan venue. Pihaknya berharap kualitas kompetisi tidak jauh dari sebelumnya. ’’Sampai sekarang, kami menunggu kepastiannya seperti apa. Karena belum ada arahan resminya,’’ katanya.

Mengenai venue, ada beberapa tempat yang menjadi opsi. Misalnya, Surabaya, Malang, Jogjakarta, Bandung, dan Jakarta. Mengumpulkan seluruh tim di satu tempat memang merupakan opsi terbaik. Misalnya, yang diwacanakan NBA.

Terkait dengan opsi tersebut, Manajer NSH Jakarta Yusuf Arlan Ruslim mengakui bahwa pihaknya akan mengalami kesulitan seandainya ditunjuk menjadi tuan rumah. ’’Kami tidak sanggup karena tidak punya GOR sendiri,’’ jelasnya.

Sementara itu, pemilik Louvre Surabaya Erick Herlangga menyatakan, jika lanjutan IBL diadakan di Jawa Timur, khususnya Surabaya, pihaknya siap dan sudah menyiapkan program. ’’Kamar hotel bayar 5 gratis 5 kamar. Stay di Golden Tulip,’’ ungkapnya.

Junas menjelaskan, bagi semua pihak, idealnya penyelenggaraan lanjutan IBL bisa disaksikan penonton untuk memberikan kelebihan tertentu. ’’Untuk pemain, untuk atmosfer acara, dan untuk kedekatan dengan fans. Tetapi, kalau nanti aturannya demikian (pembatasan tanpa penonton), tentu kami semua wajib patuhi,’’ tegasnya.

Selain itu, kedatangan pemain asing menjadi catatan. Sebab, jika legiun asing tidak datang, aroma kompetisi tentu saja bakal berkurang. Bukan hanya itu, keberadaan pemain asing juga menjadi salah satu pasal kontrak klub dengan sponsor.

Karena itu, pihaknya terus memantau kondisi di Indonesia dan luar negeri. Khususnya Amerika Serikat. Sebab, kebanyakan pemain asing berasal dari sana. ’’Juni ini kami akan pantau. Memungkinkan nggak situasinya,’’ tandas Junas.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore