
Pembalap BMX dari Nusa Tenggara Barat I Gusti Bagus Saputra memacu sepedanya dalam final elite putra Kejuaraan Nasional BMX 2020 di Jakarta International BMX Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (14/2/2020). Bagus menjadi juara pertama dalam nomor tersebut. HARI
JawaPos.com – Peluang 10 cabor yang dipangkas dari PON Papua XX/2020 untuk dipertandingkan meredup lagi. Hingga kini, belum ada kepastian apakah mereka bisa bertanding di multievent empat tahunan itu atau tidak.
Kunjungan Menpora Zainudin Amali ke Papua beberapa waktu lalu tidak memecahkan masalah. Sebab, Ketua Umum PB PON Lukas Enembe tidak berada di tempat.
Sebelumnya, 10 cabor tersebut sempat punya harapan bisa dipertandingkan. Jawa Timur bersedia menjadi host pendamping. Banyak juga KONI provinsi yang mendukung 10 cabor itu digelar di Jawa Timur. Namun, ketika keputusan belum juga dibuat, Papua sudah menunjukkan sinyal menolak. Beredar surat dari Lukas yang berisi penolakan tersebut.
Amali menyatakan, keinginan untuk tetap mempertandingkan 10 cabor itu tidak datang dari Kemenpora. Melainkan dari federasi 10 cabor tersebut. Sebab, mereka sudah melakukan pembinaan berupa pemusatan latihan (puslatda). Bahkan, banyak yang sudah mengadakan kejurnas atau kualifikasi Pra-PON.
’’Daerah-daerah menyampaikan, jangan sampai ada masalah. Karena ini (puslatda) pakai APBD,’’ kata Amali ketika ditemui di Kemenpora kemarin. ’’Dari sisi pembinaan juga kurang baik. Atlet ini kan punya harapan. Dia masuk puslatda, ingin ikut PON, dan berprestasi. Kalau tiba-tiba tidak dipertandingkan, kan masalah juga,’’ papar dia.
Meski sangat memahami keinginan cabor, menteri kelahiran Gorontalo itu juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab, semua keputusan ada di tangan PB PON. Dan, hingga saat ini, mereka tidak berusaha mencari solusi. Jawa Timur, di sisi lain, juga tidak berambisi menjadi venue pendamping.
’’Daerah-daerah yang sudah mempersiapkan punya kepentingan. Jatim nggak ngotot. Ditunjuk jadi host ya oke, kalau enggak juga nggak apa-apa,’’ kata Amali. ’’Tapi, kalau soal kriteria (sebagai tuan rumah, Red), Jatim sangat memenuhi syarat,’’ tambah dia.
Kriteria yang dimaksud, provinsi tersebut sudah memiliki fasilitas lengkap untuk mempertandingkan 10 cabor tanpa harus membangun sejak awal. Lalu, calon host pendamping harus mampu membiayai seluruh pelaksanaan PON bagi cabor-cabor tersebut.
Sampai saat ini, PON Papua memastikan hanya 37 cabor yang dipertandingkan seperti SK awal. Belum ada perubahan. Dalam kunjungannya ke Papua lalu, Amali mengungkapkan bahwa venue di Papua hampir rampung. Tes venue bisa segera diadakan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
