
Nick Kyrgios of Australia reacts during his men
JawaPos.com – Perhatian penggawa tim Australia sedikit terpecah menjelang laga pembuka ATP Cup 2020 menghadapi Jerman hari ini. Pada Rabu (1/1), sekitar 17 orang meninggal dunia akibat kebakaran lahan hebat di berbagai penjuru Negeri Kanguru. Selain itu, lebih dari seribu rumah hancur terlalap api.
Kebakaran tersebut juga mengakibatkan kualitas udara di Canberra berada pada level terburuk. Untuk itu, seluruh warga kota kelahiran Nick Kyrgios, petenis nomor 2 Australia di ATP Cup tersebut, diinstruksi untuk bertahan di dalam rumah. Sementara itu, Kyrgios berupaya memberikan semangat untuk seluruh warga Australia yang mengalami musibah.
’’Ini sangat tragis, khususnya di kampung halaman saya, Canberra, yang terpapar asap paling berbahaya di dunia saat ini,’’ ujar Kyrgios sebagaimana dikutip situs resmi ATP Cup. Dalam pertandingan pertama di ATP Cup, dia juga ingin mengobati luka masyarakat Australia dengan mempersembahkan sebuah kemenangan.
Lewat tenis, pemuda 24 tahun itu juga berupaya menggalang dana untuk kebutuhan para korban. Rencana tersebut langsung direspons positif oleh Craig Tiley, CEO Tennis Australia.
’’Kami ingin membantu masyarakat lewat cara yang penuh makna,’’ tulis Tiley dalam pernyataan resmi. Dia menyebutkan, ATP Cup, Australia Terbuka, dan sejumlah event yang berlangsung sebulan ke depan di Australia akan menjadi momen yang tepat untuk menggalang dana.
Sebagai tuan rumah, Australia menempati unggulan ke-18 di ATP Cup. Jerman yang menjadi lawan mereka hari ini menempati unggulan kelima. Alex de Minaur akan memimpin tunggal putra Australia untuk menghadapi rising star Jerman Alexander Zverev.
Sementara itu, Kyrgios akan meladeni petenis senior Jan-Lennard Struff. Adapun di sektor ganda, Chris Guccione/John Peers dijadwalkan berjumpa Kevin Krawietz/Andreas Mies. ATP Cup masuk dalam ATP World Tour tahun ini. Format turnamen menggunakan skema yang sama dengan Piala Davis.
Dalam head-to-head, Zverev sejauh ini menjadi kartu mati buat De Minaur. Tiga kali pertarungan keduanya, Zverev selalu menjadi pemenang. Untuk tunggal kedua, Kyrgios dan Struff masih imbang dalam dua tahun terakhir. Dua kali berjumpa, mereka saling berbagi kemenangan.
Di venue yang sama, Pat Rafter Arena, Jerman mengalahkan Australia 3-1 pada ajang Davis Cup 2018. Pada momen itu pula, Zverev menang pada pertemuan pertama dengan De Minaur. ’’Aku masih mengingatnya. Aku berharap bisa mengambil sesuatu yang positif dari momen tersebut,’’ sebut Zverev sebagaimana dikutip Fox Sports.
Tetapi, lawan Zverev, De Minaur berkembang cukup pesat sepanjang 2019. Dua tahun lalu, peringkatnya di kisaran 139, yakni terendah di tim Australia. Namun, dua tahun berselang, petenis 20 tahun itu kini menempati peringkat ke-18 dunia. Lompatan prestasi tersebut seharusnya menjadi perhatian Zverev dan tim Jerman.
Kyrgios mengungkapkan, De Minaur bisa menjadi kuncian timnya. ’’Kami memang kalah oleh mereka (Jerman) pada pertarungan ketat 2018. Tetapi, cara Demon (De Minaur) bermain saat ini seperti siang dan malam dibandingkan ketika dia tampil bersama kami,’’ sebut Kyrgios.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
