
marc gasol twitter/ESPN
JawaPos.com– Setelah dua pekan bergulir, 90 laga dipertandingkan di delapan kota Tiongkok, Piala Dunia FIBA 2019 malam nanti mencapai puncaknya. Spanyol dan Argentina bentrok di final yang berlangsung di Wukesong Arena (live TVRI pukul 19.00 WIB).
Mereka sama-sama berburu gelar kedua di FIBA World Cup yang telah memasuki edisi ke-18 tersebut.
Ini adalah bentrok dua tim yang memiliki gaya bermain nyaris sama. Spanyol maupun Argentina banyak bertumpu pada pemain di dua pos, yakni point guard dan center. Di Spanyol, sosok Ricky Rubio dan Marc Gasol tak tergantikan.
Di Argentina, Facundo Campazzo dan Luis Scola adalah bermain solid sebagai pengendali permainan dan karang di paint area.
Luis Scola Argentina vs Prancis semifinal Piala Dunia FIBA (FIBA Basketball)
Bintang senior Argentina Luis Scola akan berduel melawan andalan Spanyol Marc Gasol pada final Piala Dunia FIBA nanti malam. (FIBA Basketball)
Spanyol ingin mengulang kesuksesan mereka 13 tahun silam, yakni edisi 2006. Saat itu La Roja –julukan Spanyol– menjadi kampiun pada edisi ke-15 yang berlangsung di Jepang. Di final, mereka menumbangkan Yunani.
Di sisi lain, Argentina ingin mengulang kesuksesan para pendahulu mereka. Yakni, ketika menjadi kampiun di edisi perdana ajang tersebut pada 1950 saat menjadi tuan rumah.
Dari Spanyol, sisa-sisa DNA juara 2006 masih mengalir hingga saat ini. Ada dua pemain yang masih tergabung di skuad tersebut, yakni Gasol dan Rudy Fernandez. Senioritas keduanya memegang peran krusial bagi tim. Itu tampak jelas saat mereka melumat Australia di semifinal dengan dua kali overtime. ’’Ini adalah pertandingan terakhir. Kami akan mengeluarkan semuanya. Bertarung habis-habisan,’’ ucap Gasol dilansir situs resmi FIBA.
Jika mampu mengantar Spanyol juara, Gasol akan mengangkat trofi untuk kali kedua tahun ini. Pada Juni lalu, pemain 34 tahun itu juga membawa Toronto Raptors menjadi kampiun NBA. Tampil di Piala Dunia FIBA juga merupakan pengorbanan besar Gasol untuk Spanyol.
Rekan-rekan setimnya yang lain mayoritas menolak tampil untuk tim nasional masing-masing dengan alasan kelelahan. ’’Ini tentang komitmen dan loyalitas. Sebuah nilai yang masih aku jaga,” ucapnya.
Malam nanti, Gasol-Rubio mendapat tantangan berat dari duet Scola-Campazzo. Sama dengan Gasol-Rubio, Scola dan Campazzo sejauh ini adalah pemasok utama poin, rebound, maupun assist untuk Argentina.
Lihat saja donasi kombinasi 40 poin yang dicetak pasangan tersebut pada semifinal melawan Prancis Jumat lalu (13/9). Bukan hanya pemasok poin, Campazzo adalah penjaga irama permainan tim asuhan Sergio Hernandez tersebut.
Sementara itu, Scola adalah penjaga paint area yang sangat tangguh.
Di usia yang sudah menginjak 39 tahun, Scola masih begitu dahsyat. Dalam tujuh laga sejak babak pertama, dia sanggup mengemas rata-rata 19,3 poin dan 8,1 rebound per game. Pemain yang pernah 10 tahun mengarungi NBA bersama lima tim itu benar-benar ingin menutup karir di tim nasional dengan manis melalui event ini.
’’Entahlah, saya merasa sangat fit dan siap di setiap pertandingan,’’ ucap center yang kini tampil di Liga Tiongkok bersama Shanghai Sharks tersebut. ’’Tapi, pekerjaan belum berakhir. Kami ingin menyelesaikannya dengan sempurna,’’ tambah Scola.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
