Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2020 | 04.14 WIB

Legenda Indonesia Ingin Agar Ganda Putra Malaysia Tak Gampang Menyerah

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Legenda ganda putra dan ganda campuran Indonesia Flandy Limpele mengaku tidak akan melupakan keberhasilannya menjadi juara German Open 2003.

Saat itu, dia menjadi kampiun bersama Eng Hian. Flandy mengaku kondisinya cukup buruk dan hampir menyerah. Tapi Flandy tetap melanjutkan pertandingan. Dia akhirnya menjadi juara dengan mengalahkan ganda putra terbaik Tiongkok, Cai Yun/Fu Haifeng.

"Saya sakit dari awal turnamen, tapi saya tetap bermain. Ada lawan tangguh di setiap babak, tapi Eng Hian dan saya terus berjuang. Akhirnya, kami menang," kata Flandy kepada surat kabar Malaysia, The Star.

Sikap pantang menyerah itulah yang ingin Flandy teruskan kepada para pemain Malaysia. Terutama Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Nur Izzuddin Rumsani/Goh Sze Fei. “Tidak ada yang terlalu sulit bagi setiap pemain jika mereka tidak menyerah dengan mudah," kata Flandy.

Flandy tiba di Kuala Lumpur Jumat pekan lalu. Namun, saat ini, dia sedang menjalani karantina 14 hari. “Saya akan segera mulai setelah saya menyelesaikan karantina. Saya benar-benar menantikan pembinaan di Malaysia. Saya mengambil pekerjaan ini karena Malaysia dekat dengan Indonesia,” jelasnya.

"Gaya bermain juga mirip dan saya tahu olahraga ini sangat dicintai di sini. Saya pasti akan merasa seperti di rumah,” imbuhnya.

Flandy memulai karir sebagai pelatih bersama klub Hitachi di Jepang pada 2011-2015. Flandy kemudian melatih India selama setahun. Dia membuat ganda putra terbaik India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty masuk 10 besar dunia dan menjadi juara Thailand Open tahun lalu. Itu adalah gelar BWF Tour pertama bagi Rankireddy/Shetty.

Tapi dengan Malaysia, Flandy ingin maju selangkah lebih tinggi untuk memandu pemain meraih prestasi besari di Olimpiade Tokyo 2020 tahun depan.

"Saya telah bersaing dalam empat Olimpiade. Dan ini akan menjadi kehormatan bagi saya sebagai pelatih, untuk melihat pemain saya berlaga untuk kali pertama dan memenangkan medali. Saya punya pengalaman,” kata Flandy, peraih medali perunggu dengan Eng Hian pada Olimpiade 2004 Athena.

Flandy mengaku bahwa mantan pelatihnya, Christian Hadinata sebagai panutannya. Setelah mulai berlatih, dia akan fokus untuk meningkatkan mental pemainnya.

"Coach Christian mengajari saya untuk kerja keras, saling menghormati, dan disiplin. Hal itu yang akan saya terapkan kepada pemain saya. Saya akan tegas ketika saya perlu. Tapi saya akan mengamati terlebih dulu saat saya memulai latihan dan sebelum melaksanakan rencana saya,” tegasnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore