Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Januari 2020 | 14.30 WIB

Saran The Daddies Kepada FajRi: Harus Tahu Cara Menyetop Kesalahan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com-Untuk  kali kedua secara beruntun, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan berhadapan dengan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada final Indonesia Masters.

Tahun lalu, dalam partai All Indonesian Final, Marcus/Kevin menang cukup mudah dengan skor 21-17, 21-11. Sore ini (19/1), di Istora Senayan, Jakarta, Minions akan kembali melawan seniornya tersebut.

Pada semifinal pertama ganda putra, Hendra/Ahsan mengalahkan sesama pasangan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

The Daddies menang dalam pertarungan tiga game seru yang berakhir pada kedudukan 21-12, 18-21, 21-17.

Pada game pertama, Fajar/Rian gagal total mengembangkan permainan. Mereka selalu tertekan.

Namun, pada game kedua, Fajar/Rian nyaris terus unggul. Hendra/Ahsan sempat menipiskan kedudukan menjadi hanya satu angka pada posisi 18-19. Namun, Fajar/Rian berhasil melepaskan diri, mencetak dua angka beruntun untuk membawa pertandingan menuju game ketiga.

Pada game penentuan, Fajar/Rian sempat memimpin 14-12. Namun, Hendra/Ahsan sukses mencetak enam angka beruntun hanya dari servis Ahsan.

Ganda nomor dua dunia itu memimpin 18-14 dan akhirnya tak terkejar untuk merebut tiket final. "Lawan lebih berani, nggak gampang mati sendiri dan lebih cerdik. Waktu kecolongan di bola datar, di poin-poin krusial, hilangnya cepat begitu saja. Nggak pakai reli," keluh Rian dalam siaran pers PP PBSI setelah pertandingan.

"Di poin-poin kritis, mereka berani berspekulasi. Memang mainnya cerdik, kami kalah di sini," imbuh Fajar.

Photo

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal meraih tiket final Indonesia Masters 2020. (Nafielah Mahmudah/PP PBSI)

Bertanding melawan sesama pemain Indonesia, keduanya tak didampingi oleh pelatih Herry IP dan asistennya Aryono Miranat. Bagi Fajar/Rian dan Hendra/Ahsan, fakta tersebut tentu saja memiliki dampak. Ada yang plus. Ada pula minusnya.

"Kalau tidak didampingi pelatih ada bagusnya juga, kami bisa kasih masukan ke partner masing-masing. Jadi bisa rundingkan taktiknya bagaimana," kata Hendra.

"Seperti yang dibilang Koh Hendra, keuntungan nggak didampingi pelatih itu kami harus berpikir sendiri. Tapi kerugiannya kalau lagi blank, dua-duanya lagi blank, nggak ada yang ngingetin," timpal Fajar.

Sebagai senior, Ahsan tak lupa memberikan masukan kepada Fajar/Rian. Menurut pemain 32 tahun itu, FajRi, julukan Fajar/Rian wajib lebih tenang dalam situasi-situasi kritis.

"Mungkin harus lebih waspada saat poin krusial. Mereka kalau hilang satu poin biasanya banyak beruntun. Mereka harus tahu caranya membalikkan ketertinggalan dan menyetop kesalahan-kesalahan," kata Ahsan. ''Saya rasa dengan banyaknya bertanding akan dapat pengalaman itu dan akan berubah secara otomatis,'' imbuhnya.

"Kalau menurut saya, permainan Fajar/Rian cukup bagus. Cuma sedikit kesalahan saja di game ketiga," tambah Hendra.

Pada semifinal kedua, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses menggasak ganda nomor satu Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Minions menang dalam straight games, 21-19, 21-19.

Marcus/Kevin memungkasi laga dalam tempo relatif singkat, cuma 33 menit.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore