
Mercedes
JawaPos.com - Mercedes menyebut setup mobil Lewis Hamilton di Baku pada akhir pekan lalu melewati batas normal.
Sehingga menyebabkan punggungnya sakit setelah merampungkan balapan 51 lap.
Sang juara dunia tujuh kali mendapati sakit punggung serius setelah berjibaku dengan mobil W13 yang memantul-mantul karena efek "porpoising" ketika dibawa melaju kencang di lintasan lurus.
Sirkuit jalan raya di pinggir Laut Kaspia itu memiliki trek lurus terpanjang, yakni 2,2 kilometer.
Hamilton bahkan menyebut itu merupakan balapan paling menyakitkan sepannjang karirnya.
Bos tim Mercedes Toto Wolff sempat meragukan Hamilton tampil di Kanada akhir pekan ini. Namun Hamilton sendiri dan kepala strategi tim Mercedes James Vowles mengonfirmasi bahwa dia akan turun di Montreal.
"Dia adalah atlet elite yang akan mendorong dirinya sendiri melampaui batasan kemampuannya dan juga mobilnya.''
''Dan itu yang dilakukan seorang pembalap Formula 1 luar biasa," kata Vowles dikutip Reuters, Kamis.
"Dalam hal setingan di Baku, kami terlampau jauh menyetel paket suspensi dan aerodinamika mobil. Kami membuat mereka (pembalap) sangat tidak nyaman dan kami tidak akan melakukan itu lagi.'' akunya.
"Kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan ini tidak berlanjut," kata dia.
Hamilton finis P4 dan rekan satu timnya, George Russell di P3, diuntungkan dua pebalap Ferrari yang gagal menyelesaikan lomba di Baku.
Tidak hanya Hamilton, sejumlah pebalap lain juga mengalami efek dari "porpoising" di mobil mereka imbas perubahan regulasi besar-besaran yang diterapkan tahun ini.
Disebut "porpoising" karena menyerupai gerakan pesut berenang, mobil memantul-mantul di lintasan lurus karena "ground effect" aerodinamikan timbul dan hilang.
Vowles menjelaskan "bouncing" dan "bottoming" memiliki efek serupa "porpoising", namun pada dasarnya berbeda.
"Saya yakin kami membuat kemajuan dalam hal mengatasi 'porpoising' tapi kami jelas-jelas mendapati 'bouncing' dan dari luar itu terlihat hampir identik, tapi ada perbedaan yang nyata di antara keduanya," kata dia.
Vowles mengatakan progres dalam mengatasi "porpoising" di GP Spanyol memungkinkan Mercedes menurunkan tinggi kendaraan mereka dan menjalankan mobilnya lebih dekat ke permukaan lintasan.
Namun hal itu justru menimbulkan masalah baru.
Saking cepernya, mobil Mercedes menyentuh permukaan lintasan (bottoming) sehingga menimbulkan efek memantul (bouncing) yang malah berlebihan.
Vowles mengatakan Montreal tidak akan jauh berbeda. "Saya rasa kami masih akan memiliki paket mobil yang belum bisa bertarung di barisan depan," kata dia.
"Red Bull dan Ferrari masih akan menjadi tolok ukur bagi kami. Saya rasa, gap besar yang kita lihat di kualifikasi GP Baku tidak akan sebesar di Montreal."

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
