Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2015 | 18.00 WIB

Persija Coba Kreatif, Seperti Ini Ide Rahmad Darmawan

Sporter Persija Jakarta - Image

Sporter Persija Jakarta

JawaPos.com - Tunggakan gaji dan ketidakjelasan kontrak kerja pelatih dan pemain menjadi masalah krusial yang dihadapi oleh sepak bola Indonesia saat ini. 



Pihak klub, salah satunya Persija Jakarta, juga tidak bisa berbuat banyak untuk menanganinya. Tentu ini menjadi pertanyaan, siapa yang tidak profesional apakah klub, PSSI atau pemerintah?



"Saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Kalau kita berbicara mengenai klub, maka klub itu harus bukan hanya mempunyai nama saja. Tapi, mempunyai bentuk, aktivitas dan wujud," kata Pelatih Persija Rahmad Darmawan Kamis (1/10)



Memang saat pembicaraan terakhir coach Rahmad dengan Ketua Umum Persija Ferry Paulus telah mengusulkan untuk mengadakan suatu program. Hal ini dimaksudkan agar menciptakan peluang untuk mendatangkan pemasukan bagi tim Ismed Sofyan beserta jajarannya. Tapi, saran itu tampaknya sulit dilakukan karena klub tidak memiliki cukup finansial.



"Aktivitas sebuah klub ya tentu adanya aktivitas latihan kan begitu. Jadi ya paling tidak seharusnya pintar-pintarnya sebuah klub itu mencoba untuk melakukan aktivitas latihan dan uji coba," kata RD – sapaan Rahmad Darmawan.



Namun, kenyataannya manajemen juga masih kesulitan soal perizinan dari pihak kepolisian dalam menggelar turnamen lokal. Soalnya dalam waktu dekat ini agenda sepak bola tanah air juga berkaitan dengan situasi politik. Misalkan adanya jadwal pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember nanti.



"Kalau bicara masalah tidak profesionalnya sebuah klub, saya rasa itu juga bukan sebuah ukuran. Sulit buat saya ngomong dengan kondisi sekarang ini. Sangat sulit," keluh pria yang pernah berprofesi sebagai Komedian Opera Van Java.



Di satu sisi, klub baru bisa mendapatkan income dari para sponsorship karena Ferry Paulus tidak mempunyai usaha yang besar selain dari sponsor. Diketahui, sekarang ini tim oranye masih menjalin kerja sama dengan Net TV, Corsa, Columbia dan Mogu-Mogu walaupun tidak ada hak serta kewajiban.



Sedangkan sponsor mau memberikan uang mereka kalau ada aktivitas kompetisi.



Hal seperti itulah yang merepotkan manajemen dan tim untuk bergerak maju membangkit ekonomi klub yang sedang lesu-lesunya. Namun, bukan coach RD kalau pelatih 48 tahun itu tidak bisa memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Sebab, kejadian-kejadian ini masih bisa dirundingkan lagi oleh tim.



"Tapi, tetap mungkin bisa didiskusikanlah sama pemain untuk mereka tidak hanya berpikir mengenai uang masuk saja. Tapi menjaga kebugaran fisik juga bagian penting untuk kelangsungan profesi mereka," inovasi pesepak bola yang sudah makan asam garam selama 36 tahun.(agn/JPG)

Editor: Andi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore