
Praveen Melati bonus PB Djarum
JawaPos.com-Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mendapatkan bonus sebesar Rp 450 juta dari PB Djarum. Pemberian bonus dilakukan secara virtual karena alasan pandemi Covid-19.
Konferensi pers usai pemberian bonus pun dilakukan secara virtual pada Kamis (11/6) siang. Proses tanya jawab bersama puluhan wartawan dilangsungkan via online dengan narasumber yang berasal dari berbagai tempat.
Praveen/Melati dan pelatih Nova Widianto live dari Pelatnas PBSI di Cipayung, sementara pelatih Richard Mainaky di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara. Sementara itu Yoppy Rosimin, Ketua PB Djarum yang juga Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation live dari Kudus, Jawa Tengah.
Acara tersebut dipandu mantan pemain tunggal putri Yuni Kartika dari Jakarta.#
"Saya nggak menyangka di kondisi seperti ini pun ternyata kami dibuatkan acara apresiasi atas prestasi kami. Awalnya agak canggung karena sebetulnya saya nggak terbiasa di depan kamera, tapi lama-lama terbiasa kok," kata Praveen dalam siaran pers PP PBSI yang diterima JawaPos.com.
"Memang unik ya, baru pertama kali saya mengikuti acara seperti ini. Tapi sama seperti yang dibilang Jordan, kami berterima kasih karena lagi pandemi begini tetap ada penghargaan dari klub kami," tambah Melati.
Praveen/Melati menerima bonus sebesar total Rp 450 juta yang terdiri dari deposito BCA senilai Rp 400 juta dari PB Djarum serta voucher senilai Rp 50 juta dari Blibli.com, Tiket.com, dan Yuzu.
Praveen/Melati kompak akan menabung uang bonus yang mereka terima.
"Kalau kemarin-kemarin dapat bonus, selain ditabung pasti dipakai membeli sesuatu yang sudah saya rencanakan, sudah incar dari lama. Tapi kalau yang ini benar-benar mau ditabung, kondisi saat ini kan nggak kondisif dan serba nggak pasti, jadi biar aman ditabung saja dulu," kata Melati.
Raihan gelar All England yang didapat Praveen/Melati di tengah pandemi Covid-19 menyebabkan banyak penyesuaian dari tradisi biasanya. Selain seremoni pemberian bonus yang biasanya tatap muka kini dilakukan secara virtual, tidak ada acara penyambutan Praveen/Melati saat mereka tiba di Tanah Air.
Perayaan kemenangan yang diraih Praveen bersama Melati juga berbeda ketika Praveen meraih gelar All England 2016 bersama Debby Susanto. Praveen merupakan satu-satunya pemain putra ganda campuran Indonesia yang berhasil merebut gelar All England dengan dua pasangan berbeda.
"Pasti beda karena sekarang ada wabah Corona, euforia-nya beda. Tapi tiap capaian itu ada kenangannya sendiri-sendiri. Waktu sama cik Debby, sangat berkesan karena itu adalah gelar All England pertama saya. Sekarang juara sama Mely (Melati) juga berkesan karena kami juara di tengah kondisi dunia seperti ini. Kami bisa melewati semua kekhawatiran dan dapat gelar," ucap Praveen.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
