
Photo
JawaPos.com – Dua klub Indonesian Basketball League (IBL) yang bermarkas di Surabaya menerapkan kebijakan yang berbeda terkait gaji pemain selama pandemi Covid-19.
Pacific Caesar dipastikan memotong bayaran para pemain dan ofisial. Persentasenya sama. Sementara itu, Louvre Surabaya memberlakukan potongan yang beragam.
Manajer Pacific Ade Nopriansyah membenarkan adanya pemotongan itu. Hanya, dia tidak memerinci secara detail berapa persentasenya. ’’Untuk berapa persennya, saya gak berani menyampaikan,’’ ujarnya.
Yang jelas, sambung Ade, gaji Taylor Thomas Statham dkk selama Maret sudah diberikan secara penuh. Namun, mulai April hingga dicabutnya anjuran pemerintah perihal pembatasan sosial berskala besar (PSBB), akan ada penyesuaian (baca: pemotongan). ’’Penyesuaian tersebut sudah dibicarakan dengan seluruh pemain dan staf ofisial,’’ sebutnya.
Saat ini, pihaknya meliburkan pemain hingga akhir Mei sembari melihat perkembangan wabah virus korona baru. Nah, sempat beredar kabar bahwa Pacific memangkas gaji pemain sampai 75 persen. Ade menyanggah isu tersebut. ’’Enggak seekstrem itu kok. Kalau ada yang bilang hanya menggaji 25 persen, itu bisa saya bilang salah,’’ tegasnya.
Sementara itu, Louvre Surabaya memberlakukan potongan yang beragam buat pemain bintang, rookie, serta staf dan ofisial. Pemain rookie dan yang bergaji di bawah upah minimum regional (UMR) mendapatkan gaji penuh. Sedangkan pemain dengan gaji Rp 10 juta hingga Rp 30 juta akan mengalami pemotongan hingga 50 persen.
’’Intinya, yang gajinya UMR tidak diutak-atik. Yang dikurangi malah pemain bintang,’’ jelas Erick Herlangga, owner Louvre, saat dihubungi kemarin (11/4).
Erick menyebutkan, kebijakan tersebut diambil setelah melalui proses diskusi dengan para pemain. Menurut dia, Galank Gunawan dkk memiliki pandangan berbeda.
Galank menyarankan gaji tidak dipotong, tapi ditunda pembayarannya. Sedangkan point guard Wendha Wijaya lebih memahami situasi dan rela bayarannya dipotong.
’’Ya, beda-beda masukannya. Tapi, yang pasti gaji di bawah UMR gak akan dipotong,’’ tegas Erick. Pria yang juga pemilik Louvre Esports itu membeberkan, rata-rata pemainnya bergaji Rp 10 juta ke atas. Yang gajinya di bawah Rp 10 juta adalah rookie, cadangan, dan staf.
Pemangkasan gaji disebut Erick masih dalam batas wajar. Dia juga sudah mengomunikasikan keadaan manajemen kepada seluruh anggota tim. ’’Dan semuanya mau mengerti dan memahami keadaan ini,’’ pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
