
Photo
JawaPos.com-Indonesia meraih satu gelar pada ajang German Junior 2020. Ganda campuran Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil menjadi kampiun dengan mengalahkan ganda Korea Selatan Lee Hak-joo/Yoo A-yeon dalam pertarungan sengit yang berakhir dalam tiga game yakni 6-21, 21-16, dan 21-10.
Kemenangan ini istimewa. Sebab, selain kembali juara setelah gelar Dutch Junior International 2020 pekan lalu, Teges/Indah juga menjalani dua laga yakni semifinal dan final dalam satu hari.
Bahkan, jarak antara semifinal dan final cuma berjarak satu jam!
"Pertandingan final hari ini memang luar biasa menguras energi karena waktunya mepet. Tadi stamina saya sudah menurun banget, tapi saya memotivasi diri sendiri, saya ngomong sama diri sendiri. Ini kan final, masa mau kalah, tanggung satu pertandingan lagi bisa juara," kata Teges dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.
Satu gelar ini memang cukup disayangkan. Sebab, Indonesia mengirimkan empat wakil ke final. Namun, selain Teges/Indah yang menempati ranking 418 dunia, mereka kompak kandas di babak puncak.
Tunggal putri unggulan kedua Stephanie Widjaja kalah di tangan Manami Suizu asal Jepang dengan skor 21-18, 15-21, 17-21.
Tunggal putra kejutan berusia 17 tahun Alvi Wijaya Chairullah ditundukkan unggulan ketiga asal Malaysia Kok Jong Hong dengan skor 15-21, 15-21.
Pada partai terakhir, ganda putra Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat takluk dari ganda putra Malaysia, Junaidi Arif/Muhammad Haikal. Dalam pertarungan tiga game, Rayhan/Rahmat takluk dengan skor 21-13, 18-21, 16-21.
Dengan hasil ini, Rayhan/Rahmat tidak bisa megulangi capaian di Dutch Junior International 2020. Saat itu, mereka menjadi juara setelah menekuk Junaidi/Haikal pada partai puncak.
Pelatih tunggal putra junior Jeffer Rosobin kepada JawaPos.com mengatakan bahwa kekalahan Alvi pada partai puncak adalah karena faktor pengalaman.
Maklum, Alvi baru tahun ini masuk ke dalam pelatnas junior PP PBSI. Dan tiga ajang di Eropa awal 2020 yakni Italian Junior 2020, Dutch Junior International, dan German Junior adalah rangkaian turnamen pertama dia di luar negeri.
“Waktu final, Alvi sudah berusaha maksimal. Tapi lawannya lebih siap dari segi pengalaman dan mental,” kata Jeffer.
“Kami semua evaluasi dari segi nonteknis dan teknis supaya ke depannya lebih siap lagi. Karena kami tahu, saya baru pertama bawa tim tunggal putra ini. Jadi, kami baru tahu karakter masing-masing-pemain. Dan ke depannya, kami evaluasi semua,” imbuhnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
