
Defending WBC Welterweight Champion Oscar de la Hoya (L) from the US lands a left to the face of challenger Julio Cesar Chavez (R) from Mexico during the 5th round at the Thomas & Mack Center in Las Vegas, NV 18 September. De la Hoya defeated Chavez
JawaPos.com-Jika Oscar De La Hoya benar-benar mengikuti hasratnya untuk kembali ke ring, ada satu nama yang dengan senang hati untuk menantang sang Golden Boy.
Dia adalah salah seorang legenda terbesar dalam sejarah tinju Meksiko; Julio Cesar Chavez. Mantan juara dunia di tiga divisi berbeda tersebut mengatakan sangat bersemangat jika bisa kembali berduel dengan De La Hoya di atas ring.
"Itu adalah laga ekshibisi terakhir yang sangat ingin saya lakukan,” kata Chavez sebagaimana dilansir dari ESPN. Pada 25 September mendatang, Chavez yang sudah berusia 58 tahun itu akan naik ke ring. Dia menantang Jorge Arce dalam sebuah pertarungan amal.
Photo
CEO dan Chairman Golden Boy Promotions Oscar De La Hoya (kiri) Julio Cesar Chavez berpose sebelum konferensi pers pertarungan Canelo Alvarez melawan Julio Cesar Chavez Jr. di KA Theatre, MGM Grand Hotel & Casino, Las Vegas, 3 Mei 2017. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)
Chavez yang ditabalkan majalah tinju ternama, Ring Magazine sebagai petinju terbaik periode 1990 sampai 1993 tersebut sangat bersemangat mendengar rencana De La Hoya untuk naik ke ring.
Berusia 47 tahun, De La Hoya mengaku masih sangat kompetitif. Pada bulan lalu, dia mengumumkan kepada publik rencananya untuk kembali bertinju. Padahal, 12 tahun yang lalu, De La Hoya menyatakan diri pensiun. Dia lantas fokus membangun perusahaannya, Golden Boy Promotions. Rekor De La Hoya adalah 39-6 (30 menang KO).
“Rumor (comeback) itu benar. Dan saya akan melakukan sparring dalam beberapa pekan ke depan,” kata De La Hoya kepada ESPN.
Sementara itu, Chavez kali terakhir bertarung pada 2005. Dia mengakhiri karirnya yang gemilang dengan catatan 107 menang, 6 kalah, dan 2 imbang. Chavez mengukir rekor sensasional yakni 85 kemenangan KO.
Dia bertemu De La Hoya dua kali. Pertama pada 1996. Saat itu, Chavez kalah TKO pada ronde keempat dan kehilangan sabuk juara dunia kelas welter ringan WBC.
Dua tahun kemudian, Chavez kembali menantang De La Hoya. Hasilnya sama, Chavez kalah, kali ini pada ronde kedelapan. Upayanya untuk merebut sabuk juara dunia kelas welter WBC dari tangan De La Hoya kandas.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
