
Photo
JawaPos.com - Peraih sembilan gelar juara dunia sekaligus legenda MotoGP, Carlo Ubbiali, meninggal dunia dalam usia 90 tahun (2/6).
Pembalap Italia itu merupakan salah satu rider paling dominan di kelas 125 dan 250 cc pada masanya.
Ubbiali lahir di Bergamo pada 1929 dan menjalani debut di kejuaraan dunia pada 1949. Dia meraih kemenangan pertamanya di Grand Prix satu tahun setelah itu dan merebut titel juara dunia pertamanya pada 1951 sebagai pembalap tim pabrikan asal Italia, Mondial pada kelas 125 cc.
Musim selanjutnya, Ubbiali kalah dari pebalap MV Agusta Cecil Sandford dalam perebutan gelar juara dunia. Inilah yang mendorongnya pindah tim.
Setelah hijrah menggunakan mesin MV Agusta pada 1953, Ubbiali merebut kembali gelar 125 cc pada 1955. Ubiali tetap membalap dengan tim itu hingga akhir karirnya.
Pada tahun yang sama, dia juga turun untuk kali pertama kalinya pada kelas 250 cc. Dan hanya butuh satu tahun bagi Ubbiali untuk mengawinkan gelar 125 cc dan 250 cc pada 1956 dengan memenangi setiap balapan di kelas menengah dan hanya satu kali kalah di kelas ringan.
Ubbiali menambah satu lagi trofi 125 cc pada 1958 sebelum memungkasi karirnya dengan dua titel ganda 125 dan 250 pada 1959 dan 1960. Ubbiali dikenal sebagai pembalap yang disiplin, efektif, dan memiliki gaya membalap yang unik. Inilah yang mampu menghindarkannya dari kecelakaan serius selama karirnya.
Ubbiali pensiun di usia 30 tahun di puncak karirnya pada 1960. Dengan sembilan gelar juara dunia, dia pun bersanding dengan Mike Hailwood dan Valentino Rossi di peringkat tiga pebalap peraih gelar juara dunia terbanyak setelah Giacomo Agostini dan Angel Nieto.
Pada 2001 FIM memasukkan nama Ubbiali ke dalam daftar MotoGP Hall of Fame.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
