
Kapten tim softball putri Indonesia Cresida Mariska
JawaPos.com - Softball memang bukan cabang olahraga populer di Indonesia. Di perhelatan Asian Games 2018, penontonnya pun terbilang sedikiti dibandingkan cabang olahraga populer lain. Namun, kapten tim softball putri Cresida Mariska Dwiyanti punya alasan sendiri mengapa ia memilih olahraga tersebut.
Digiling oleh Taiwan dengan skor 0-14 pada Senin (20/8) kemarin, Cresida merupakan salah satu pemain yang bisa memberikan perlawanan. Dara manis kelahiran 1988 itu terbukti mampu merepotkan beberapa batter tim Taiwan dengan lemparannya.
Kepiawaiannya dalam melempar bola tersebut tidak terlepas dari lamanya dia dalam berkecimpung di dunia softball. Cresida sudah mulai bermain softball sejak tahun 2000.
Cresida mengungkapkan dirinya jatuh cinta dengan dunia softball karena permainanya yang terbilang kompleks. "Saya suka dengan olahraga softball karena permainan ini membutuhkan strategi dan pemikiran yang lebih. Kelihatannya sih simpel, tapi sebenarnya sangat rumit," katanya.
Melalui softball, Cresida mengaku juga bisa memahami lebih dalam karakter tiap individu. "Permainan ini benar-benar mengutamakan kekompakan tim. Dibandingkan permainan individu yang mementingkan ego pribadi, dalam softball kita bermain dengan ego orang lain. Jadi mencari bagaimana caranya menyatukan visi dan misi," sambungnya.
Selama berkecimpung di dunia softball Indonesia, Cresida menuturkan, baru kali ini timnya memiliki anggota dari berbagai daerah. Sebab pada umumnya, tim yang diikutinya selalu di dominasi oleh satu atau dua wilayah saja.
"Sebelumnya didominasi oleh pemain Jakarta dan Jawa Barat saja. Sekarang hampir semua daerah yang berada dalam daftar federasi ada," katanya.
Mengomentari laga selanjutnya, Cresida mengatakan bahwa Jepang merupakan lawan terberat. Cresida menilai bahwa tim Jepang memiliki permainan yang sangat apik meskipun tidak terlalu banyak mendulang poin. Cresida pun mengakui bahwa ia juga mengidolakan salah satu pemain softball Jepang, Yukiko Ueno.
"Jepang mainnya sangat bersih. Dasar permainan softball-nya sangat bagus, jadi kelihatan gampang banget mainnya. Mereka menjalankan permainan tersebut dengan konsisten," pungkas Cresida.
