
Qarrar Firhand Ali menargetkan bisa tembus ke Formula 1 pada 2032. (Istimewa)
JawaPos.com–Qarrar Firhand Ali menyiapkan segala sesuatu untuk naik kelas ke Formula 4 pada 2026. Pembalap 14 tahun itu berada di gokart senior dan menargetkan untuk bisa tembus ke Formula 1 pada 2032.
Latihan teknik, hingga memperkuat kondisi fisik dengan berlatih tinju juga dilakukan Qarrar Firhand untuk terus menjaga performanya di lintasan balap dunia.
”Persiapan saya banyak gym dan training. Juga formula training,” ungkap Qarrar Firhand Ali di kawasan Pakubuwono, Jakarta.
Menurut dia, untuk bisa naik ke Formula tidak mudah. Karena itu, mulai dari sekarang sudah terus menambah latihan yang menunjang performa. ”Saya baru 14 tahun. Saya bekerja keras semaksimal mungkin,” ucap Qarrar Firhand Ali.
Qarrar berlatih fisik tiga jam setiap hari. Kondisi fisik Qarrar sudah sangat baik. Menurut Firhand Ali, ayah Qarrar, sang anak sudah 95 persen fisiknya siap untuk ikut Formula 4. Masih tersisa empat bulan lagi, Qarrar diyakini akan siap 100 persen pada 2026.
Qarrar setiap hari diberi kesempatan menjajal olahraga lain. Selain tinju juga ada golf dan bola basket. Namun, untuk basket akan dikurangi karena tinggi Qarrar sudah mencapai 173 cm. Pasalnya dikhawatirkan Qarrar akan semakin bertambah tinggi sehingga akan menyulitkannya saat mengemudikan mobil Formula.
Postur pembalap Formula umumnya tidak tinggi karena tubuh yang lebih pendek dan ringan memberikan keuntungan dalam mengurangi hambatan aerodinamis, hingga mengurangi beban kendaraan.
Qarrar sudah menjalani tes pertama dengan mobil Formula 4 pada Juli. Saat itu Qarrar menjajal mobil F4 di Sirkuit Cremona, Italia. Dia masih akan menjalani tes dengan mobil Formula 4 selama 10 hari lagi pada 2025.
Nanti Qarrar berganti-ganti tim saat tes selama 10 hari di 2025 ini. Baru di 2026, Qarrar akan menjalani tes selama 25 hari dengan tim yang sudah tetap. Qarrar cukup puas dengan tes perdana di Formula 4. Hasil yang didapat Qarrar sudah sangat bagus untuk seorang pemula.
”Saya mencoba yang terbaik. 0,8 detik lebih pelan dari orang yang sudah balapan F4 sekarang. 0,8 untuk yang baru pertama kali coba F4 sudah bagus. Setiap sesi sedetik setengah lebih cepat. Akhirnya jadi selisih 0,8,” sebut Qarrar Firhand Ali.
Saat ini, Qarrar masih sibuk balapan gokart di Eropa. Dalam waktu dekat, Qarrar akan beraksi di Swedia. Di gokart, dia sudah masuk kategori senior karena faktor posturnya yang tinggi besar.
”Di gokart masih target menang. Tapi kita juga perlu keberuntungan. Saya akan mencoba yang terbaik kalau bisa menang dan podium,” tegas Qarrar.
Pindah ke kelas senior baginya tidak begitu jauh. Yang membedakan adalah para kompetitornya yang banyak secara usia lebih matang dari yang lain.
”Tentu mereka lebih banyak pengalaman. Aku coba catch up mereka. Pelan-pelan. Karena ganti kategori juga susah,” tandas Qarrar Firhand Ali.
Qarrar memiliki mimpi besar bisa membalap di Formula 1. Dia menargetkan bisa menembus F1 mengikuti jejak idolanya, Lewis Hamilton pada usia 21 tahun.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
