
Tim SAR Gabungan ketika melakukan evakuasi Juliana Marins di Gunung Rinjani beberapa waktu lalu. (Basarnas)
JawaPos.com - Media sosial dihebohkan dengan kritikan pedas terkait proses evakuasi Juliana Marins pendaki asal Brasil yang terjatuh di Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Evakuasi baru dapat dilakukan Rabu (25/6) atau empat hari setelah pendaki ini dinyatakan hilang.
Ada sejumlah faktor yang menyebabkan proses evakuasi berjalan lama, salah satunya cuaca dan medan yang cukup ekstrem.
Ketua Umum Ormas G-Nesia Diah Warih Anjari menyoroti terkait proses evakuasi yang membutuhkan waktu cukup lama memang tidak bisa dipungkiri. Menurut dia, kondisi alam dan peralatan yang siapkan tim evakuasi dalam proses penyelematan memang terbilang minim.
Oleh karenanya tokoh perempuan asal Solo ini menyarankan agar perlengkapan evakuasi tim rescue juga diberikan yang aman, nyaman, modern tetapi juga memperhitungkan penyelamatan tim rescue.
"Ya tentunya peralatan rescue harus oke ya. Apalagi ini menyangkut nyawa, jadi tidak saja bisa mempermudah proses penyelematannya saja ya. Tetapi juga perlengkapan dan peralatannya juga menjamin keselamatan jiwa tim penyelamat juga," katanya, Rabu (9/7/2025) di Jakarta Selatan.
Diah Warih Anjari.
Diwa sapaan Diah Warih Anjari menyarakan, agar pemerintah menyediakan peralatan yang modern untuk mendukung proses penyelamatan itu. Bila perlu teknologi canggih seperti drone bisa dipakai untuk proses penyelamatan.
Dikatakan, belum lama inikan ramai di media sosial tentang drone engineer yang mempermudah proses evakuasi korban dalam kondisi ekstrem sekalipun. Banyak negara di Asia yang sudah memiliki alat ini.
"Seperti yang terekam di vidio Tim penyelamat Thailand, sedang menggunakan drone engineer untuk menyelamatkan korban dari bencana banjir. Mungkin ini saatnya tim rescue Indonesia memanfaatkan teknologi canggih seperti yang diterapkan negara tetangga," imbuh Founder Diwa Foundation ini.
Aktivis sosial ini mendukung sikap DPR RI yang merespons atas proses evakuasi pendaki Brasil yang mendapat sorotan internasional itu. Namun demikian ia mengapresiasi kerja keras tim penyelamat.
Hal lain, sosok yang juga dikenal sebagai Srikandi Solo ini memberikan dukungan penuh kepada pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata untuk tetap mempromosikan objek wisata Indonesia khususnya di Taman Nasional Gunung Rinjani. Kendati demikian, prosedur keselamatan dan keamanan tetap harus diperhatikan secara detail.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
