Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat saat menyambut tim Indonesia usai berhasil membawa medali perunggu Piala Sudirman 2025. (Dok: PBSI)
JawaPos.com - PP PBSI melakukan ultimatum kepada para pelatih. Terutama yang belum meraih hasil maksimal dalam memasuki bulan keenam-ketujuh pada 2025. Sejauh ini, hasil yang dicapai pebulu tagkis di Pelatnas terbilang buruk. Baru ada dua gelar Super 300 yang dihasilkan oleh ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti di Thailand Masters. Dan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Taipei Open.
"Dan mereka (pelatih) juga yang ditegesin. Jangan hanya mengejar ranking, tapi gimanapun kita tetap yang diinginkan masyarakat itu kan juaranya. Juara itu nggak ada lah kata orang, juara dua. Juara itu cuma satu," beber Waketum PP PBSI Taufik Hidayat saat diwawancarai di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7).
Taufik menyebutkan bahwa saat ini ada beberapa nomor yang memang sudah lama di Pelatnas PBSI, tapi tidak berprestasi. Dia kembali menegaskan, bahwa aturan PBSI sekarang tidak harus menunggu hingga akhir tahun untuk evaluasi.
Disinggung soal sektor mana saja yang bakal berganti pelatih, Taufik belum mau menyebut. Namun dia memberikan kisi-kisi. "Disitu ada lima sektor. Nah tebak aja deh yang mana. Yang memang udah lama nggak ada prestasi. Kita udah kasih kesempatan dari bulan Januari. Nggak masuk target (juara)," jelasnya.
Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu menuturkan, saat ini pelatih yang ada di bawah juga banyak menunggu untuk bisa mengisi pos Pelatnas. "Jadi ya nggak nunggu sampai akhir tahun. Mesti ada promosi degradasi kayak dulu. Saya rasa itu bagus. Mau buat pelatih, buat pemainnya juga. Lama-lama (di Pelatnas) buat apa," ucapnya.
Terkait kriteria pelatih yang di cut off, dia menjelaskan ada proses SP1, SP2, SP3. "Kalau misalkan dia ngelatih anak yang baru, kan kita enggak tahu juga. Kita harus berproses juga. Nggak bisa juga. Kalau misalkan, contoh. An Se Young lagi bagus nih, tiba-tiba kau ngelatih. Nah, udah pasti juara lah dia," bebernya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
