
Maverick Vinales dari Spanyol dan Aprilia Racing merayakan kemenangan di podium pada MotoGP Of The Americas - Sprint pada 13 April 2024 di Circuit of the Americas di Austin, Texas. ANTARA/Getty Images
JawaPos.com - Setelah melalui proses panjang, akuisisi MotoGP oleh Liberty Media akhirnya mendapat restu dari Komisi Eropa (European Commission). Kesepakatan ini membawa harapan baru bagi masa depan MotoGP.
Para pembalap pun mulai angkat suara menyambut perubahan besar ini.
Komisi Eropa secara resmi menyetujui akuisisi Dorna Sports, promotor MotoGP oleh Liberty Media tanpa syarat. Persetujuan ini menandai langkah final dalam proses akuisisi sebesar $4,2 miliar (sekitar Rp 68 triliun) yang diumumkan sejak April 2024.
Dalam pernyataan resminya, Komisi Eropa menyebut bahwa transaksi ini tidak menimbulkan kekhawatiran persaingan di wilayah ekonomi Eropa.
Liberty Media yang sebelumnya sukses mengelola Formula 1, kini memegang 86% saham Dorna, sementara 14% sisanya tetap dipegang oleh manajemen lama seperti Carmelo Ezpeleta dan Enrique Aldama.
Dengan resminya akuisisi ini, kedua pihak akan membentuk tim kerja gabungan untuk memperluas jangkauan MotoGP secara global. Pertemuan pertama dijadwalkan berlangsung di Madrid pada pekan kedua Juli 2025.
Sementara itu, dilansir dari Motosport.com, beberapa pembalap MotoGP turut mengomentari akuisisi ini menjelang Grand Prix Belanda.
Fabio Di Giannantonio menilai Liberty mampu membawa olahraga ini ke tingkat lebih tinggi.
“Formula 1 sebenarnya sudah merupakan paket yang sangat bagus dan mereka (Liberty) membawanya ke level yang benar-benar baru. Sekarang, para pembalap Formula 1 seperti superstar, ini luar biasa,” ujar pembalap asal Italia itu.
Pernyataan serupa dilontarkan Marc Marquez yang menyambut positif akuisisi MotoGP.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa setiap olahraga memiliki karakter unik yang tidak dapat disamakan. Ia menekankan pentingnya Liberty untuk memahami kebutuhan khusus penggemar MotoGP, bukan sekadar meniru kesuksesan F1.
“Liberty Media telah melakukan banyak hal baik di olahraga lain, seperti Formula 1,” ujar Marquez.
“Namun, Anda tidak dapat meniru atmosfer Formula 1 di MotoGP dan Anda juga tidak dapat meniru atmosfer MotoGP di Formula 1. Anda harus memahami siapa targetnya, apa yang dibutuhkan oleh para penggemar di olahraga itu. Tapi mereka (Liberty) sangat bagus dalam hal itu,” tambahnya.
Maverick Vinales menambahkan harapannya agar Liberty mampu menjangkau generasi muda dan membentuk komunitas penggemar yang lebih luas. Selain itu, ia juga mengingatkan tantangan dalam menarik penggemar e-sport menjadi penonton setia MotoGP.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
