Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat saat menyambut tim Indonesia usai berhasil membawa medali perunggu Piala Sudirman 2025. (Dok: PBSI)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat menegaskan bahwa meraih gelar juara lebih penting dan diinginkan masyarakat ketimbang memiliki ranking BWF yang tinggi. Ia berharap pola pikir itu bisa dipahami oleh para pelatih dan pemain yang ada di Pelatnas PP PBSI.
Pernyataan itu disampaikan Taufik Hidayat merespons kecemasan Imelda Wigoena sebafai salah satu legenda bulu tangkis Indonesia. Imelda mengkhawatirkan atlet sekarang lebih fokus mengejar peringkat demi mendapat suntikan sponsor, alih-alih gelar juara.
Taufik yang juga legenda bulu tangkis Indonesia sekaligus peraih medali emas Olimpiade Athena 2004, sepakat. Pola pikir para pemain pun menurutnya harus diubah jadi mengejar gelar, bukan lagi memperbaiki peringkat.
"Saya udah tegesin gitu lho. Ranking itu kalau kita hasilnya bagus setiap pertandingan, pasti akan ngikutin. Ubah lah pola mindsetnya!" kata Taufik Hidayat di Jakarta.
"Kan gak ada yang juara yang ranking. Gak ada. Yang dibutuhkan masyarakat itu juara satu, udah gitu aja. Mau ranking berapa pun, gak ngaruh gitu," tambahnya.
Pola pikir itu, kata Taufik Hidayat, diharapkan bukan hanya dipahami oleh para atlet Pelatnas PBSI, tapi juga pelatihnya. Dia juga tak ingin atlet sekarang hanya berorientasi pada uang semata.
"Saya harap juga pelatih tau, pemainnya juga paham. Kita akan berat kalau misalkan kita butuh, dalam arti jangan money oriented karena buat atlet itu prestasi dulu baru yang lain yang ngikutin, sponsor, hadiah, semua ngikutin," terang Taufik.
"Kalau gak ada prestasi siapa yang mau sponsorin, jadi harus dirubah mindset-nya mereka. Sayang gitu lho, sayang waktu mereka," jelasnya menambahkan.
Lebih lanjut Taufik Hidayat menegaskan bahwa PP PBSI tak akan segan melakukan evaluasi terhadap para atlet yang ada di Cipayung. Pencapaian dan prestasi kini jadi tolok ukur atlet, terutama yang sudah bertahun-tahun di Pelatnas.
"Kita juga enggak segan. Kalau gak bisa lama-lama di sana (Pelatnas) kita juga dosa, nahan mereka di situ lama-lama mau ngapain. Lebih baik kan mereka punya yang lain, sekolah lah apa yang lain lah, kalau gak prestasi udah lama di pelatnas, ngapain juga dipertahankan," pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
