Ganda putri Indonesia Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti menang dua gim langsung atas Yataweemin Ketlieng/Passa-orn Phannachet. (ANTARA)
JawaPos.com - Ganda putri Indonesia Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti membuka langkah mereka menuju level elite dengan kemenangan atas pasangan Malaysia Go Pei Kee/Teoh Mei Xing pada babak pertama BWF World Tour Super 1000 Indonesia Open 2025, dikutip dari ANTARA.
Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6), Lanny/Fadia menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 19-21, 21-16, 21-19 dalam waktu 69 menit.
“Kami masih adaptasi dengan kondisi lapangan yang tidak mudah. Anginnya kencang dan berubah-ubah, jadi dari awal harus banyak penyesuaian,” kata Fadia kepada pewarta setelah pertandingan.
Lanny/Fadia sempat kehilangan gim pertama karena banyak melakukan kesalahan sendiri. Namun, mereka berhasil bangkit di gim kedua dan ketiga berkat peningkatan fokus dan pengambilan keputusan di poin-poin krusial.
“Gim kedua kami bisa lebih percaya diri karena menang angin, dan pada gim ketiga kami makin yakin setelah interval. Poin-poin akhir tadi kami coba lebih nekat,” ujar Fadia.
Kemenangan ini menjadi bekal penting bagi Fadia yang sebelumnya juga tampil di sektor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah. Ia menyebut pergantian sektor tidak menjadi masalah karena sudah memahami tanggung jawab dan peran di masing-masing nomor.
“Dari pagi bermain di campuran, sore di ganda putri, tapi tidak ada kendala karena kami tahu tanggung jawabnya di tiap pertandingan,” kata Fadia yang bersama Dejan kalah dari pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewampran 18-21, 13-21.
Sementara itu, Lanny mengatakan mereka masih terus berproses untuk menemukan pola permainan yang cocok di level Super 1000.
“Yang pasti kami harus kurangi mati sendiri dan tambah fokus. Lawan-lawan di sini sangat merata kekuatannya, jadi setiap pertandingan harus siap secara teknis dan mental,” ujar Lanny.
Fadia menambahkan mereka belum memiliki tolok ukur tertentu soal siapa yang harus dikalahkan untuk dianggap setara dengan pasangan elite dunia. Namun, setiap pertandingan menjadi bahan evaluasi penting.
“Di level ini, babak pertama saja sudah berat. Jadi kami terus belajar dan tidak boleh cepat puas. Semoga di laga selanjutnya bisa tampil lebih baik lagi,” kata Fadia.
Dengan hasil ini, Lanny/Fadia melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang laga antara wakil Taiwan Sung Shou Yun/Yu Chien Hui melawan pasangan Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
