Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 23.21 WIB

Jonatan Christie Blak-blakan Alasan Tinggalkan Pelatnas PBSI, Akui Sempat Ada Opsi Berhenti Total dari Bulu Tangkis

Pebulu tangkis Jonatan Christie memutuskan hengkang dari Pelatnas PBSI. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Pebulu tangkis Jonatan Christie memutuskan hengkang dari Pelatnas PBSI. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pebulu tangkis Jonatan Christie memberikan penjelasan terkait alasan di balik keputusannya meninggalkan Pelatnas PBSI. Ia mengakui dalam prosesnya sempat terbesit untuk mengakhiri karier sebagai pemain sebelum akhirnya mengambil keputusan nyata dipertimbangkan dengan matang-matang.

Jonatan Christie memutuskan untuk tak lagi menjadi bagian dari Pelatnas PBSI. Dia meninggalkan pusat pelatihan tim nasional setelah 12 tahun lamanya.

Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie, telah berada di Pelatnas PBSI sejak pertengahan 2013. Saat itu usianya masih sangat belia, 15 tahun. Tapi Jojo telah mencuri perhatian dan akhirnya menjadi tulang punggung tunggal putra Indonesia sampai saat ini.

Selama di Pelatnas PBSI, Jonatan berhasil meraih tujuh gelar dan delapan runner-up rangkaian turnamen BWF World Tour. Termasuk level Super 1000 All England 2024. Jojo juga pemilik medali emas SEA Games 2017, Asian Games 2018, serta perak dan emas Kejuaraan Asia.

Bahkan terakhir, Jonatan menjadi kapten tim Indonesia di Piala Sudirman 2025. Dia turut berkontribusi dalam keberhasilan skuad Merah Putih meraih medali perunggu dalam lambang supremasi bulu tangkis beregu campuran dunia tersebut.

Lantas apa yang membuat Jonatan akhirnya memutuskan hengkang dari Pelatnas PBSI? Dia bercerita, semuanya bermula dari setelah Olimpiade Paris 2024.

"Sebenarnya awal ini bermula dari setelah pasca olimpiade. Memang waktu itu semua sudah komitmen, saya komitmen, keluarga juga komitmen. Kami semua sudah memberikan yang semaksimal mungkin dan yang terbaik untuk mempersiapkan diri menuju ke olimpiade," buka Jojo dalam kisahnya.

Penampilan dan pencapaian Jonatan di Olimpiade Paris 2024 memang mengecewakan. Dia hanya berlaga di fase grup, dan gagal melaju ke babak perempat final karena cuma jadi runner-up, usai kalah dari Lakshya Sen (India).

Kegagalan itu, diakui Jonatan membuat fokus terhadap kariernya menurun. Bahkan, opsi untuk gantung raket.

"Tapi singkat cerita, ya mungkin memang hasilnya masih kurang memuaskan. Dan saya pribadi juga jujur agak kurang puas dengan hasil tersebut. Sehingga ada beberapa pemikiran pada saat itu yang cukup membuat saya itu agak cukup bimbang," terang Jonatan.

"Sempat terbesit di pikiran saya pada saat itu ketika momen kalah di olimpiade. Ingin untuk berhenti total dari bulu tangkis, itu sempat terpikir seperti itu," imbuhnya.

Namun, dia berdiskusi terkait kemungkinan itu dan rencana lain ke depan bersama banyak pihak, seperti pelatih, keluarga, dan juga kerabat-kerabat terdekatnya. Jojo dapat masukan sehingga opsi itu tak jadi diambil.

"Banyak hal dan masukkan yang membuat saya mempunyai opsi yang berbeda daripada hanya stop main bulu tangkis. Saat itu dengan pertimbangan cukup banyak dan ngobrol dengan keluarga juga, akhirnya saya coba ambil keputusan sebagai pemain profesional," ungkapnya.

Jonatan kemudian menyampaikan keinginannya ke PP PBSI. Federasi pun memahami kondisi dirinya. "Butuh banyak hal yang disesuaikan, jadi saya memberanikan diri untuk menyampaikan permohonan sebagai pemain profesional kepada pihak PBSI, dari akhir tahun lalu," tuturnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore