Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 03.52 WIB

Shafira Devi Herfesa Ingin Lanjutkan Tren Positif Usai Raih Tiket Piala Dunia Catur, Berharap Juara di Japfa FIDE Rated Chess Tournamet 2025

Pecatur muda Shafira Devi Herfesa berharap bisa melanjutkan kiprah positif di catur. Usai memperoleh tiket Piala Dunia Catur 2025. - Image

Pecatur muda Shafira Devi Herfesa berharap bisa melanjutkan kiprah positif di catur. Usai memperoleh tiket Piala Dunia Catur 2025.

JawaPos.com - Pecatur muda Shafira Devi Herfesa berharap bisa melanjutkan kiprah positifnya. Usai memperoleh tiket Piala Dunia Catur 2025, Safira berssma 375 atlet atlet lain berkompetisi pada turnamen catur bertajuk Japfa FIDE Rated Chess Tournamet 2025.

Event yang berlangsung mulai 10-15 Mei di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, ini memperlombakan dua kategori, yaitu Open dan Challenger.

"Saya target pastinya juara. Tapi persaingan banyak banget ya. Ini sendiri turnamen internasional. Membantu pecatur Indonesia raih ranking. ini bagus lah buat saya," katanya saat diwawancarai Jawa Pos.

Untuk diketahui, para peserta berasal dari 28 provinsi, ditambah delapan negara. Selain tuan rumah Indonesia, juga ada pecatur dari Italia, Australia, Uzbekistan, Singapura, Filipina, India, Belgia, dan Sierra Leone.

Sejumlah pecatur nasional turut berpartisipasi di ajang ini, antara lain FM Satria Duta Cahaya, IM Nayaka Budhidarma, IM Mohamad Ervan, IM Arif Abdul Hafiz, FM Zacky Dhia Ulhaq, IM Anjas Novita.

Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto mengatakan, ajang ini untuk memberikan kesempatan kepada para atlet untuk terus berkembang bahkan mencapai prestasi level internasional.

Dia lalu mencontohkan Shafira yang telah menggenggam tiket Piala Dunia Catur, usai menjadi juara di Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 Mongolia. Dia lahir dari gemblengan Percasi setelah bakatnya terpantau, kemudian dipanggil mengikuti pelatnas.

“Generasi baru telah lahir, dia akan ke World Cup, setelah Irene Kharisma dan Medina Warda. Mudah-mudahan nanti banyak yang seperti Shafira (bisa meraih prestasi)," ucap Utut.

Utut juga memuji Shafira yang berani tampil di Japfa FIDE Rated kali ini, mengingat biasanya pemain yang baru jadi juara di event internasional, akan istirahat sementara. “Artinya ga takut dia, biasanya orang ga berani,” imbuhnya.

PB Percasi juga menyambut gembira berkat uluran tangan dari Japfa, sehingga turnamen semacam ini bisa terlaksana. “Mudah-mudahan Japfa ga pernah putus mendukung Percasi. Seluruh bantuan Japfa ke Percasi akan tersalurkan dengan tepat,” terangnya.

Direktur Japfa Corporate Affairs PT Japfa, Rahmat Indrajaya menuturkan, turnamen ini salah satu tujuannya adalah meningkatkan elorating para pemain yang saat inu sedang berkompetisi. “Ini luar biasa, benar-benar turnamen internasional. Kami sangat senang sekali (turnamen) diikuti banyak peserta. Ini berarti animo masyarakat untuk olahraga catur sangat luar biasa,” katanya.

Dia mencontohkan Shafira, anak muda dari Sleman yang menjadi juara catur di Asia Timur. "Dia otomatis mendapatlan tiket kejuaraan dunia. Jadi artinya, potensi pecatur kita itu ada banyak dan kita butuh dukungan semua pihak,” ucapnya.

Menpora Dito Ariotedjo menambahkan, catur tidak hanya masalah prestasi olahraga semata, tapi juga permainan olahraga yang sudah terbukti membentuk pola pikir dan intelektualitas pemainnya, sehingga membuat generasi muda menjadi manusia unggul.

“Dengan komitmen, pasti kami dukung. Kami formulasikan, mari sama-sama bikin peta jalan yang baik agar atlet-atlet catur bisa mendunia,” ungkap Dito

Editor: Hendra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore