
Lando Norris (kiri) berbincang dengan rekan setimnya di McLaren Oscar Piastri. Piastri akan start dari pole di sprint race GP Qatar, sedangkan Norris P2.
JawaPos.com - Musim Formula 1 2025 telah berjalan empat seri, dan dua di antaranya dimenangkan oleh pembalap McLaren Oscar Piastri. Kemenangan terakhir di Sirkuit Internasional Bahrain pada Minggu (13/4) lalu, membuat Piastri hanya berjarak tiga poin dari rekan satu timnya sendiri, Lando Norris.
Nah, andai menang lagi di Grand Prix Arab Saudi akhir pekan ini, maka Piastri dipastikan akan menggeser posisi Norris dari puncak klasemen. Itu artinya, dia akan menjadi pembalap Australia pertama setelah Mark Webber yang mampu berada di puncak.
Webber, yang kini jadi manajer Norris, menilai juniornya memang punya keistimewaan. Salah satu yang paling tampak adalah ketenangan. “Kita tahu di masa lalu, bahkan dengan mobil balap yang bagus, sering kali tidak mudah untuk mengubah peluang menjadi hasil,” kata Webber kepada F1 Nation.
“Dia mengubah dua posisi pole pertamanya menjadi dua kemenangan, dengan ketenangan pikiran yang mencengangkan untuk seusianya," lanjutnya.
Dibanding dengan Norris, Piastri memang ‘kalah’ pengalaman. Piastri, 24, baru menjalani musim ketiga di F1. Sementara Norris, 25, sudah delapan tahun lamanya berkarir di F1. Meski begitu, dalam beberapa balapan awal musim ini, Piastri justru bisa terlihat lebih tenang.
Selain itu, musim ini Piastri mampu menunjukkan satu peningkatan signifikan. Yakni dalam hal manajemen ban. Hal itu terlihat saat Piastri berhasil menang di Shanghai satu bulan lalu.
"Di Bahrain, seluruh akhir pekan berjalan sangat lancar baginya, juga di trek seperti Shanghai, ketika manajemen ban sangat penting, dan dia memenangkan keduanya," kata Webber.
“Oscar segera menyadari berlomba melawan pembalap seperti Max (Verstappen), Charles (Leclerc), Lando (Norris), dan Lewis (Hamilton), butuh performa yang kuat dalam satu putaran. Semua orang tahu betapa rumitnya mobil balap ini dalam hal penanganan ban, dan Oscar kini lebih baik dalam memaksimalkan kombinasi mobil dan ban pada saat-saat krusial."

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
