Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 April 2025 | 01.23 WIB

Tanya ke Erick Thohir, Gimnastik Indonesia Jajaki Naturalisasi Atlet Senam dari Belanda dan Amerika Serikat

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati. (Dimas Ramadhan/JawsPos.com) - Image

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati. (Dimas Ramadhan/JawsPos.com)

JawaPos.com–Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati menyatakan, sedang menjajaki kemungkinan untuk menaturalisasi atlet senam luar negeri. Dia bahkan sampai coba bertanya-tanya ke Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang kerap melakukan naturalisasi atlet.

Rencana naturalisasi itu diungkap Ita Yuliati usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kemenpora dengan Induk Organisasi Cabang Olahraga di Kemenpora. Aturan Federasi Internasional Gimnastik (FIG) mengizinkan tiap negara anggotanya melakukan naturalisasi atlet. Bahkan, prosedur dan persyaratannya terbilang sangat mudah.

"Ya makanya tadi saya nanya ke Erick Thohir. Ya sebetulnya kami sedang menjajaki ya, karena kan kebijakan FIG itu boleh. Sangat mudah untuk prosesnya," kata Ita Yuliati.

Menurut Ita, aturan FIG perihal naturalisasi atlet tidak harus memiliki garis keturunan seperti FIFA untuk sepak bola. Selain itu, FIG juga mengizinkan atet berpindah negara meski sudah pernah memperkuat tim nasional negara sebelumnya, termasuk di Olimpiade

"Enggak ada (syarat keturunan). Pokoknya kalau misalnya dia mau pindah ya pindah saja. (Pernah main di olimpiade) juga enggak masalah, boleh," terang Ita.

"Makanya waktu itu saya sampaikan ke Pak Wamen (Wakil Menpora Taufik Hidayat), dia bilang, Bu liat dulu, peraturan FIG gimana?. Karena kalau PBSI dan PSSI kalau udah Olimpian enggak boleh. Nah kalau FIG masih boleh," tambah dia.

Nah saat ini Ita mengungkapkan ada dua atlet luar negeri yang dibidik Gimnastik Indonesia untuk dinaturalisasi. Salah satunya berasal dari Belanda, yang merupakan seorang olimpian dan bahkan pernah mendapatkan medali di Kejuaran Dunia Gimnastik.

"Nah kemarin itu kami ada satu yang Olimpian, di Belanda. Mau ke Indonesia tapi dia mau mikir-mikir dulu karena harus satu paspor kan. Jadi dia bilang, saya mau bantu Indonesia Olimpian dan peraih medali di World Championship. Kami lagi jajaki dan tetap keep in touch pada semuanya," beber Ita.

"Kemudian ada juga yang di Amerika , tapi memang untuk yang level-level atas memang agak sulit ya untuk yang di artistik. Di ritmik juga ada tapi kami lagi jajaki itu," tambah dia.

Gimnastik Indonesia pun terus coba merayu kedua atlet tersebut. Apalagi, atlet yang dari Belanda disebut Ita memiliki garis keturunan Indonesia.

"Masih saya coba rayu. Makanya saya mesti ke sana kali ya, ketemu dengan ketua presidennya atau yang bersangkutan. Tapi masalahnya ini kan harus satu paspor. Dia neneknya orang Surabaya, diaspora. Sayang sih, kalau sudah langsung saja," papar Ita.

"Ini kami lagi vakum dulu. Sampi kemarin ada urusan saya datang ke sana, dia bilang mau. Tapi begitu saya tanya lagi, dia bilang tunggu ya, saya mau cari second opini dulu," ucap dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore