Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 April 2025 | 18.48 WIB

Red Sparks dan Megawati Hangestri Kalah Terhormat, Jadi Pemeran Utama di Panggung Terakhir Kim Yeon-koung

Pelatih Red Sparks Koh Hee Jin memeluk Megawati Hangestri saat Red Sparks berhasil unggul atas Pink Spiders. Namun, itu tidak cukup membuat Red Sparks menjadi juara. (Sports Chosun)

JawaPos.com – Laga final V-League Korea Selatan musim 2024–2025 tak hanya tentang perpisahan megabintang Kim Yeon-koung. Di balik cerita indah itu, ada satu tim yang membuat semuanya terasa lebih sempurna: Red Sparks.

Pada Rabu (9/4) malam di Incheon Samsan World Gymnasium, Red Sparks menyerah dengan skor tipis 2-3 atas Heungkuk Pink Spiders di partai kelima final V-League.

Namun mereka pulang tanpa rasa malu. Justru karena mereka-lah, laga ini akan dikenang sebagai salah satu final paling emosional dalam sejarah voli Korea.

Di awal, sorotan memang tertuju sepenuhnya pada Kim Yeon-koung. Sang legenda sudah menyatakan akan pensiun usai musim ini. Trofi juara akan jadi penutup karier yang ideal. Heungkuk bahkan sudah memenangi dua laga awal dengan cukup meyakinkan.

Tapi jalan menuju klimaks tak bisa semudah itu—karena Red Sparks menolak jadi figuran.

Berstatus tim posisi tiga klasemen akhir, Red Sparks melangkah ke final setelah melewati pertarungan tiga set sengit melawan Hyundai Hillstate di playoff.

Mereka datang ke final dengan kondisi fisik yang jauh dari ideal. Sang kapten Yeom Hye-seon bermain sambil menahan nyeri di lutut.

Megawati Hangestri, pemain kelahiran Jember yang musim ini tampil fenomenal, juga mengalami cedera lutut. Bukilic, Noran, hingga Park Eun-jin pun demikian, semua sedang dalam kondisi setengah fit.

Namun justru dalam kondisi seperti itulah semangat mereka menyala. Ditinggal 0-2 di awal seri, Red Sparks bangkit luar biasa. Laga ketiga yang digelar di Daejeon, mereka balikkan dari ketertinggalan dua set dan menang. Di laga keempat pun mereka kembali tampil menggigit dan memaksa Heungkuk menyeret laga hingga partai puncak.

Di set kelima partai penentu, Red Sparks sempat unggul dan nyaris mencuri gelar. Tapi pertahanan heroik dari Kim Yeon-koung jadi penentu. Sentuhan akhir dari sang volleyball queen memang menentukan, tapi semua mata tahu siapa yang mengisi sebagian besar cerita ini: Red Sparks.

Para pemain Red Sparks seperti Yeom Hye-seon tak kuasa menahan tangis seusai laga. Tapi air mata itu bukan air mata kekalahan biasa. Mereka telah memberikan pertandingan terbaik, mencetak sejarah emosional di V-League. Mereka adalah ‘co-main character’ dari drama pamungkas ini, bukan sekadar figuran.

Bahkan Kim Yeon-koung dalam selebrasinya tak langsung berbicara tentang diri sendiri. Ia lebih dulu memberi hormat kepada lawan yang sudah membuat ‘last dance’-nya terasa begitu indah.

Dan kita semua setuju—tak akan ada panggung perpisahan sehebat ini tanpa lawan setangguh dan seberani Red Sparks.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore