Pelatih Red Sparks Koh Hee Jin memeluk Megawati Hangestri saat Red Sparks berhasil unggul atas Pink Spiders. Namun, itu tidak cukup membuat Red Sparks menjadi juara. (Sports Chosun)
JawaPos.com – Laga final V-League Korea Selatan musim 2024–2025 tak hanya tentang perpisahan megabintang Kim Yeon-koung. Di balik cerita indah itu, ada satu tim yang membuat semuanya terasa lebih sempurna: Red Sparks.
Pada Rabu (9/4) malam di Incheon Samsan World Gymnasium, Red Sparks menyerah dengan skor tipis 2-3 atas Heungkuk Pink Spiders di partai kelima final V-League.
Namun mereka pulang tanpa rasa malu. Justru karena mereka-lah, laga ini akan dikenang sebagai salah satu final paling emosional dalam sejarah voli Korea.
Di awal, sorotan memang tertuju sepenuhnya pada Kim Yeon-koung. Sang legenda sudah menyatakan akan pensiun usai musim ini. Trofi juara akan jadi penutup karier yang ideal. Heungkuk bahkan sudah memenangi dua laga awal dengan cukup meyakinkan.
Tapi jalan menuju klimaks tak bisa semudah itu—karena Red Sparks menolak jadi figuran.
Berstatus tim posisi tiga klasemen akhir, Red Sparks melangkah ke final setelah melewati pertarungan tiga set sengit melawan Hyundai Hillstate di playoff.
Mereka datang ke final dengan kondisi fisik yang jauh dari ideal. Sang kapten Yeom Hye-seon bermain sambil menahan nyeri di lutut.
Megawati Hangestri, pemain kelahiran Jember yang musim ini tampil fenomenal, juga mengalami cedera lutut. Bukilic, Noran, hingga Park Eun-jin pun demikian, semua sedang dalam kondisi setengah fit.
Namun justru dalam kondisi seperti itulah semangat mereka menyala. Ditinggal 0-2 di awal seri, Red Sparks bangkit luar biasa. Laga ketiga yang digelar di Daejeon, mereka balikkan dari ketertinggalan dua set dan menang. Di laga keempat pun mereka kembali tampil menggigit dan memaksa Heungkuk menyeret laga hingga partai puncak.
Di set kelima partai penentu, Red Sparks sempat unggul dan nyaris mencuri gelar. Tapi pertahanan heroik dari Kim Yeon-koung jadi penentu. Sentuhan akhir dari sang volleyball queen memang menentukan, tapi semua mata tahu siapa yang mengisi sebagian besar cerita ini: Red Sparks.
Para pemain Red Sparks seperti Yeom Hye-seon tak kuasa menahan tangis seusai laga. Tapi air mata itu bukan air mata kekalahan biasa. Mereka telah memberikan pertandingan terbaik, mencetak sejarah emosional di V-League. Mereka adalah ‘co-main character’ dari drama pamungkas ini, bukan sekadar figuran.
Bahkan Kim Yeon-koung dalam selebrasinya tak langsung berbicara tentang diri sendiri. Ia lebih dulu memberi hormat kepada lawan yang sudah membuat ‘last dance’-nya terasa begitu indah.
Dan kita semua setuju—tak akan ada panggung perpisahan sehebat ini tanpa lawan setangguh dan seberani Red Sparks.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
